Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset UIC Temukan Senyawa Baru Pemusnah Bakteri Jahat

📅 Sabtu, 07 Apr 2018, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset UIC Temukan Senyawa Baru Pemusnah Bakteri Jahat Doc: istimewa
Ket. Pakar kesehatan dunia menemukan senyawa baru untuk mengurangi risiko infeksi karena faktor resisten antibiotik.

Sebuah penelitian baru di University of Illinois di Chicago (UIC), Amerika Serikat, menemukan sebuah senyawa antimikroba yang dibuat dari lebah madu yang dapat menjadi dasar antibiotik baru.

Tidak ada antibiotik baru yang ditemukan selama lebih dari 30 tahun, dan beberapa bakteri menjadi kebal terhadap obat yang digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi. Resistensi antibiotik, disebut oleh Centers for Disease Control and Prevention sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mendesak di dunia. Artinya penyakit yang dulunya mudah diobati sekarang berpotensi mematikan.

Masih menurut CDC, setiap tahun setidaknya dua juta orang di Amerika Serikat terinfeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik, dan setidaknya 23.000 orang meninggal setiap tahun sebagai akibat langsung dari infeksi ini dan banyak lagi kasus infeksi yang sulit ditangani karena faktor resisten antibiotik ini.

Dalam studi baru yang diterbitkan pada jurnal Nature Structural & Molecular Biology, peneliti UIC, yang dipimpin oleh Alexander Mankin dan Nora Vázquez-Laslop dari Pusat Farmasi untuk Ilmu Pengetahuan Biomolekal, menjelaskan bagaimana turunan antibiotik apidaecin - Api137 dapat menghambat produksi protein dalam bakteri yang berpotensi berbahaya.

Banyak antibiotik membunuh bakteri dengan menargetkan ribosom, yang membuat semua protein di dalam sel. Produksi protein dapat dihentikan dengan mengganggu tahapan translasi yang berbeda - proses dimana DNA "diterjemahkan" ke dalam molekul protein. Makin mengatakan bahwa Api137 adalah inhibitor penghentian translasi yang pertama diketahui.

Api137 adalah produk alami yang dihasilkan oleh lebah atau tawon. Di alam, banyak organisme mempertahankan diri dari infeksi dengan membuat peptida antibakteri, atau protein kecil.

"Peptida dapat digunakan sebagai antibiotik jika kita mengerti bagaimana kinerjanya," kata Tanja Florin, seorang mahasiswa doktoral UIC yang terlibat dalam penulisan riset ini.

"Proyek ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat baik dari tim kami," kata Vázquez-Laslop. Laslop juga bekerja dengan dua kelompok penelitian di Jerman.

"Sekarang kita dapat memanfaatkan pengetahuan tentang bagaimana Api137 bekerja untuk membuat obat baru yang bisa membunuh bakteri jahat menggunakan mekanisme tindakan yang serupa," tambah Laslop.

nik/berbagai sumber/E-6

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Megapolitan
Dukung Pelestarian Bahasa L...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.