• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sehat dengan Menu Tanpa Mi...

Sehat dengan Menu Tanpa Minyak

Rabu, 31 Jan 2018, 01:00 WIB

MENGOLAH makanan dengan memasak tanpa minyak, dinilai lebih menyehatkan. cara dikukus atau direbus, konon jauh lebih sehat.

Meski tidak sepopuler dengan teknik memasak seperti menggoreng, menumis atau memanggang, tetapi mengukus atau merebus juga bisa menghasilkan masakan yang lezat dan sehat. Banyak masakan atau kudapan yang dihasilkan dengan cara mengukus atau merebus ini.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Untuk menu utama, Anda bisa menikmati aneka pepesan baik pepes ayam atau ikan, garang asem, atau pindang. Sebagai kudapan, ada bolu kukus, kue putu, atau sweet casava (singkong Thailand), sangat enak untuk dinikmati sebagai teman teh atau kopi hangat.

Kurang populernya proses masak merebus, mengukus atau mengetim, karena biasanya hasil makanan yang diolah terkesan hambar. Kondisi ini yang kurang disukai penggemar kuliner. Tetapi bila memasaknya dengan benar, akan menghasilkan masakan yang lezat serta sehat.

Memasak dengan teknik merebus, mengukus atau mengetim ini dapat membantu mencegah kelebihan kolesterol atau lemak jenuh dalam tubuh. Kemudian, masakan akan matang merata tanpa harus kehilangan banyak kandungan nutrisinya. Selain itu juga dapat mempertahankan tekstur dan cita rasa makanan.

Teknik merebus adalah mematangkan bahan makanan dengan memasukkan bahan tersebut ke dalam air mendidih. Mengukus adalah mematangkan makanan dengan uap dari air rebusan. Sedangkan mengetim, adalah memasak wadah berisi bahan makanan yang direndam dalam air mendidih. Boleh dibilang ini teknik memasak yang paling jarang kita lakukan.

Teknik mengukus atau mengetim, membutuhkan waktu yang cukup lama. Paling sedikit membutuhkan waktu 15-20 menit. Untuk menghasilkan rasa yang sempurna, terkadang butuh waktu hingga 2 atau 3 jam dalam proses mengolahnya, semacam resep Gadon Daging.

Dengan teknik memasak yang membutuhkan kesabaran seperti ini, ditambah variasi bahan dan bumbu yang digunakan (seperti minyak wijen, jintan, salam koja, minyak zaitun, kecap ikan, saus tiram, atau saus inggris), bukan tak mungkin hasilnya adalah hidangan kukus, rebus, dan tim yang lezat.

Kandungan Gizi

Para pakar kesehatan sependapat bila memasak dengan cara merebus atau mengukus, dapat menjaga nutrisi dalam makanan yang diolahnya tersebut. Apalagi untuk mengolah sayuran. Menurut hasil penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa mengukus sayuran dapat meningkatkan kandungan gizi sayuran.

Pemanasan secara berlebihan seperti digoreng atau menggunakan microwave dapat menurunkan kadar vitamin dan kandungan antioksidan pada sayur. Selain itu, merebus terlalu lama juga akan membuat beberapa senyawa vitamin ikut larut dalam air panas. Karena itu, mengukus sayuran adalah cara terbaik.

Mengolah sayuran dengan cara dikukus dapat meningkatkan kandungan polifenol karena proses pemanasannya tidak berlebih dan sayuran tidak terendam dengan air.

Begitu juga untuk mengolah ikan. Cara terbaik adalah dengan teknik mengetim. Banyak resto menyajikan jenis menu ikan tim ini sebagai andalannya. Seperti menu Tim Ikan Bawal/Kerapu, Nasi Tim Udang Jamur Kuping, atau Tim Ceker Ayam.

Kalau masakan serba kukus, pasti Anda mengenal menu pepes ikan, pepes ayam atau pepes tahu yang banyak ditemui di restoran atau rumah makan Sunda. Garang asem juga populer di restoran yang menyajikan kuliner Jawa. Nah, bagaimana tertarik untuk menikmati kuliner sehat ini? yun/E-6

Memasak Mudah dengan Teknik Kukus

Untuk meminimalisir penggunaan minyak goreng, Anda bisa memakai teknik memasak dengan cara mengukus atau mengetim ini di rumah. Selain mudah dan simpel, rasa masakannya pun cukup lezat.

Tim Jamur :

Bahan-bahan:

- Jamur merang, cuci bersih, suwir-suwir

- Bawang merah 3 siung, cincang kasar

- Bawang putih 2 siung, cincang

- Bawang Bombay 1/2 buah, cincang kasar

- Irisan tomat

- Sedikit minyak goreng

- Irisan cabe semaunya

- Garam

- Gula merah

- Penyedap rasa

Cara membuat:

- Campur semua bahan dalam mangkok anti panas

- Kukus sampai matang, angkat dan sajikan.nik/berbagai sumber/E-6

Selain tim jamur, Anda bisa juga membuat pepes tahu tanpa dibungkus daun pisang agar lebih simpel.

Pepes Tahu Lezat

Bahan-bahan:

- Tahu sebungkus, dihaluskan

- Telor ayam 1 butir

- Daun bawang, iris halus

- Bawang merah 3 siung, iris halus

- Bawang putih 2 siung, iris halus

- Garam

- Gula pasir/merah

- Penyedap rasa

- Irirsan tomat

- Irisan cabe semaunya

Cara membuat:

- Siapkan mangkok anti panas. Campur semua bahan satu persatu dan aduk hingga rata.

- Masukkan daun salam dan serai.

- Kukus hingga matang. Angkat dan sajikan.nik/berbagai sumber/E-6

Sehat dengan Sayuran Campur Saus

Salad sendiri sebenarnya merupakan campuran beberapa jenis sayuran ataupun buah-buahan yang kaya kandungan air atau biasa juga keduanya (campuran sayur dan buah) yang disantap bersama dengan saus. Salad terasa lezat jika dihidangkan secara fresh.

Saus atau yang dikenal juga sebagai dressing ini memiliki jenis yang sangat beragam. Biasanya diracik dari berbagai bahan seperti cuka buah, mayonnaise, minyak zaitun ataupun cuka balsamik dan tak lupa aneka tanaman beraroma.

Awalnya salad hanya merujuk pada hidangan yang terdiri dari sayuran segar atau crispy leaf vegetables. Namun dalam perkembangnya, sejumlah bahan ditambahkan dalam sajian salad.

Bahan seperti buah-buahan, jeli atau agar-agar dan lain sebagainya, disatukan. Dalam beberapa sajian, potongan protein juga ditambahkan dalam salad untuk melengkapi porsi sajian. Seperti irisan atau potongan daging, ikan atau seafood.

Ragam salad sendiri cukup beragam. Mulai dari simple salad, coumpound salad dan american salad. Semua dibedakan berdasarkan pada komposisi bahan yang digunakan untuk meracik salad.

Simpel salad biasanya terdiri dari satu atau dua jenis bahan utama. Salah satu yang cukup terkenal adalah potato salad. Sementara compound salad biasanya lebih beragam seperti yolande salad misalnya. Untuk american salad biasanya terdiri dari campuran buah-buahan seperti florida salad.

Dikenal sebagai makanan sehat, salad bisa disajikan mentah atau matang. Salad juga bisa dinikmati dingin atau hangat. Salad dingin atau cold salad biasanya disajikan dengan suhu sekitar 10 derajat celsius sampai 15 derajat celsius. Salad dingin ini lebih pas disajikan sebagai hidangan pembuka untuk membangkitkan selera makan.

Sementara hot salad biasanya disajikan dengan dressing atau beberapa bahan yang dimasak terlebih dahulu. Di negara-negara tropis, hot salad tidak terlalu lazim disajikan. Penyajian hot salad ini biasanya antara 50 sampai dengan 60 derajat celsius.

Baik disajikan matang atau mentah, panas maupun dingin, namun terpenting dalam penyajian salad harus segar dan menarik. Penyajian salad yang menarik sangat bergantung dari komposisi warna dan bahan-bahan. Semakin beragam komposisi warna, akan membuat penyajikan salad menjadi semakin menarik.

Selain penyajian yang menarik, hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyajian salad adalah tekstur. Jika bahan utama yang digunakan adalah sayuran, maka sayuran yang digunakan harus benar-benar segar dan lembut.

Sayuran yang kerap digunakan untuk salad beragam. Salah satunya biasanya berasal dari keluarga daun selada atau lettuce serta keluarga kubis seperti kol putih, sawi putih, kol merah dan lain sebagainya.

Pencampuran antara bahan utama dengan saus atau dressing juga sanhat penting untuk menghasilkan sajian salad yang lezat. Campuran bahan utama dengan saus ini harus pas. Artinya tidak terlalu kering atau juga sebaliknya, terlalu berlebihan dan berair.

Meskipun lebih dikenal sebagai appetizer. Namun salad juga bisa dikonsumsi sebagai hidangan utama. Sebagai makanan utama, salad bisanya dikonsumsi sebagai sajian makan malam. Selain sayuran, pada entree salad sebagai hidangan utama biasanya ditambahkan bahan lain yang mengandung protein seperti irisan daging, irisan ikan ataupun seafood seperti udang.

Salad juga bisa dinikmati sebagai sebuah desseet yang manis. Dessert salad biasanya memiliki cita rasa manis yang segar. Untuk meraciknya dessert salad ini bisa ditambahi dengan potongan agar-agar atau buah kaleng. Sausnya biasanya lebih menggunakan mayones yang manis legit. nik/berbagai sumber/E-6

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Edukasi Warga Jurumudi tentang Keselamatan Listrik dan Promo Tambah Daya.

Emil Dardak Minta Kader Demokrat Jatim Dahulukan Hajat Hidup Rakyat dari pada Pikirkan Pileg

Deteksi Gempa Belum Canggih, Legislator Usulkan BMKG Adopsi Teknologi Jepang

Bantaran Hangus Dampak Karhutla Semeru, Danau Ranu Kumbolo Kehilangan Pesona

PLN Hadirkan Sambungan Listrik Gratis untuk 83 Keluarga Prasejahtera di Jakarta Raya.

Ketombe Ganggu Aktivitas Keseharian Anda? Simak Cara Menghilangkannya

Tradisi Unik di Dieng! Belasan Anak Berambut Gimbal Ikuti Ruwatan di Dieng Culture Festival 2026

Dipakai Merekam Diam-diam, Meta Perbarui Kacamata Pintarnya

Jagung Bengkayang Jadi Incaran Bulog Kalbar, Serapan Terus Digenjot!

Jelang Persija vs Brisbane Roar Sabtu Sore Ini, STY Reuni dengan Jordi Amat, Rizky Ridho Bocorkan Kondisi Tim

Gedung KPK Dikabarkan Terbakar, Ini Komentar Jubir KPK

Karnaval HUT Ke-81 RI di Babel Makin Meriah, Seribuan UMKM Ikut Ambil Bagian!

14 Personel Sudin Gulkarmat Jaksel Padamkan Kebakaran di Gedung KPK

Kuota Internet Cepat Habis, Ini Dia Biang Keroknya, Bikin Kantong Jebol!

RSCM Siapkan Terobosan Medis, Layanan Sel Punca Jadi Andalan Terapi Regeneratif

Kaltim Genjot SDM Digital! Festival Literasi Resmi Dibuka, Ini Tujuannya

Berakit-rakit Dahulu Menuntut Ilmu di Sekolah Kemudian, Keseharian Pagi Anak-anak Sadang Menuju Tepian Waduk Saguling

Ada Apa Tiba-tiba DPR Desak Imigrasi Evaluasi Pengawasan WNA di Bali?

Huawei Pura 90s Series Resmi Hadir di Indonesia, Segini Harganya!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.