Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Wolbachia Masuki Tahap Pemantauan

📅 Sabtu, 16 Des 2017, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penelitian Wolbachia Masuki Tahap Pemantauan Doc: ISTIMEWA

YOGYAKARTA - Proyek penelitian Eliminate Dengeu Project (EDP) di Yogyakarta telah memasuki tahap menjelang final atau tahap pemantauan hasil seusai dilepaskannya nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta.

Pekan ini, 8.000 ribu ember telur nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia yang disebar di 12 kluster Kota Yogyakarta telah ditarik karena diketahui nyamuk di wilayah tersebut 80 persennya sudah mengandung Wolbachia. "Pasca-penarikan ini kita akan pantau jumlah kasus demam berdarah di wilayah yang disebar nyamuk ber-Wolbachia dan wilayah yang tidak disebar.

Penelitian ini berhasil jika kasus demam berdarah di wilayah yang kami lepas nyamuk Wolbachia minimal separuh lebih rendah daripada wilayah yang tidak dilepas nyamuk Wolbachia," kata peneliti utama EDP, Adi Utarini, di Yogyakarta, Jumat (15/12). Wolbachia adalah salah satu genus bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda.

Infeksi Wolbachia pada aedes aegypti akan menyebabkan partenogenesis (perkembangan sel telur yang tidak dibuahi) dan kemandulan pada yang jantan. Penelitian ini dimulai di Australia dengan dukungan Bill Gates Fondation dan diteliti di sejumlah negara endemi demam berdarah, demam kuning, dan zica, seperti Brasil, Vietnam, dan yang menunjukkan progres terbaik adalah di Indonesia, yakni di Yogyakarta, dengan dukungan penuh Tahija Foundation.

Dibagi 24 Klaster

Pada pelepasan ember nyamuk ber-Wolbachia ini, Kota Yogyakarta dibagi menjadi 24 klaster di mana setengahnya dilepas ember telur nyamuk ber-Wolbachia dan sisanya tidak. Penyebaran di 12 klaster tersebut dibagi di beberapa karakter tempat yang berbeda seperti rumah warga, gedung sekolah hingga kuburan dan pabrik yang tersebar di seluruh kota dan satu puskesmas di Bantul.

"Kita juga terus pantau persentase nyamuk ber-Wolbachia meningkat atau menurun," kata Adi Utarini. Sementara itu, untuk memantau kasus pasien yang kena demam berdarah, saat ini EDP sudah merekrut seratus kader kesehatan yang ditempatkan di 18 pukesmas untuk memantau pasien yang terindikasi kena kasus demam berdarah.

Pasien yang kena demam panas pada hari kedua yang datang berobat ke puskesmas akan dipantau untuk diketahui riwayat penyakit yang dideritanya. "Kita ingin memastikan ia bepergian dari wilayah yang tidak ber-Wolbachia atau tidak," katanya. Hingga akhir tahun 2019, EDP menargetkan sebanyak 10 ribu pasien yang terkena demam panas sebagai data untuk meneguhkan dampak dari hasil riset penyebaran nyamuk ber-Wolbachia.

"Kami membutuhkan sampel 10 ribu pasien sekitar dua tahun ke depan. Kita ingin membuktikan Wolbachia mampu mengatasi kasus dengue," jelas Epidemiologis EDP Yogyakarta, Citra Indriani.

YK/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.