Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Biografi Pemikiran Para Penggugat Kemapanan

📅 Senin, 24 Jul 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Biografi Pemikiran Para Penggugat Kemapanan Doc: istimewa

Judul : Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis

Penulis : Haryatmoko

Penerbit : Kanisius

Cetakan : Pertama, 2016

Tebal : 160 halaman

ISBN : 978-979-21-4561-8

Buku yang ditulis Haryatmoko ini menghimpun pemikiran singkat enam filsuf Prancis dari kelompok Post-Strukturalis. Mereka adalah para filsuf penggugat kemapanan, yakni Michel Foucault, Pierre Bourdieu, Jean Baudrillard, Paul Ricoeur, Gilles Deleuze, dan Jacques Derrida.

Pemikiran mereka merayakan salah satu sisi corak berpikir kefilsafatan, yakni aspek dekonstruktif yang bekerja dengan mempertanyakan pandangan tertentu yang sifatnya sudah cukup mapan untuk dikritik, digugat, dan dibongkar. Bagi mereka, kemapanan dan kepastian dapat menggiring pada kemandekan dan menghalangi perkembangan.

Michel Foucault dikenal sebagai filsuf yang mengemukakan gagasan tentang Relasi Kuasa dan Pengetahuan.

Selama ini, kekuasaan biasanya diidentikkan dengan negara sehingga kekuasaan bersifat terpusat. Menurut Foucault, kekuasaan bersifat menyebar dan produktif. Karena bersifat menyebar, mereka yang terlibat tidaklah sedikit. Hasilnya pun tidak selalu terangkum dalam hal-hal yang bersifat negatif.

Dahulu, kekuasaan sering dikaitkan dengan perang atau aturan dalam bentuk perintah dan larangan.

Namun bagi Foucault, kekuasaan dapat berwujud dalam relasi antara pasien dan klien, tes wawancara di sebuah perusahaan, atau jajak pendapat. Dari relasi-relasi semacam itu, kekuasaan yang beroperasi menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan inilah yang kemudian dikembangkan yang pada gilirannya turut berperan dalam pembentukan individu modern. Dari situ, didefinisikanlah hal yang normal dan tidak normal (hlm 14-17).

Jika Bourdieu mengungkap sisi narsistik setiap orang demi memperoleh pengakuan sosial, Baudrillard meletakkan fenomena konsumsi manusia modern dalam kerangka "manipulasi tanda". Manusia modern terjebak dalam rimba tanda yang merupakan reduksi dari realitas. Cara mereka membuat keputusan konsumsi dipandu oleh aturan tanda, baik demi mendukung posisi kelasnya maupun untuk mengafirmasi hidup dan identitas mereka.

Pada titik ini, konsumsi mendorong orang untuk menjadi individualistis. Pemenuhan hasrat pada barang atau jasa konsumsi tertentu lebih ditentukan oleh dorongan pribadi sehingga lambat laun solidaritas kian luntur (hlm. 71).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Penonton Konser The Weeknd ...
Daerah
Sulsel Dorong Toraja Utara ...
Advertisement
Mengejutkan, Yunani Cetak Sejarah dengan Permalukan Jerman 1-0

Mengejutkan, Yunani Cetak Sejarah dengan Permalukan Jerman 1-0

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.