Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

WHO Terus Perangi Penyakit Endemik Visceral Leishmaniasis

Foto : AA

Ilustrasi.

A   A   A   Pengaturan Font

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama perusahaan biofarmasi Amerika yang berfokus pada penelitian dan pengembangan obat antivirus, Gilead Sciences, menandatangani perjanjian baru untuk mendonasikan 304.700 vial AmBisome demi mengobati visceral leishmaniasis.

Kolaborasi Gilead Science akan mendukung upaya global WHO untuk mencegah, mengendalikan, dan menghilangkan visceral leishmaniasis dan dampaknya terhadap populasi yang kurang beruntung di negara-negara dengan beban tinggi seperti Bangladesh, Ethiopia, India, Kenya, Nepal, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, dan Uganda.

Bantuan senilai USD11,3 juta yang mencakup bantuan keuangan yang akan mendukung peningkatan cakupan dan akses ke diagnosis dan pengobatan bagi masyarakat yang terkena dampak visceral leishmaniasis. Selain negara yang telah disebutkan, bantuan juga akan diperluas ke Eritrea dan Yaman.

"Gilead dengan bangga memperbarui komitmen kami mendukung upaya Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengendalikan kematian yang disebabkan oleh visceral leishmaniasis di negara-negara yang paling terkena dampak penyakit yang mengancam jiwa ini." kata Daniel O'Day, Chairman dan Chief Executive Officer, Gilead Sciences.

Visceral leishmaniasis yang merupakan endemik di 80 negara adalah bentuk penyakit leishmaniasis yang paling serius karena berakibat fatal jika tidak dilakukan pengobatan. Leishmaniasis sendiri merupakan penyakit infeksi pada kulit yang disebabkan oleh protozoa parasit protozoa yang ditularkan melalui gigitan lalat pasir betina yang terinfeksi.

Penyakit ini menyerang beberapa orang termiskin di dunia dan dikaitkan dengan kekurangan gizi, kondisi tempat tinggal yang buruk, dan mereka dengan sistem kekebalan yang lemah.

Secara umum, orang dengan leishmaniasis akan mengalami pembengkakan organ dalam, penurunan berat badan, menimbulkan borok di kulit, hingga kerusakan di jaringan mukosa. Pada kasus yang lebih parah dengan komplikasi, leishmaniasis dapat menyebabkan pembengkakan organ dalam.

Komplikasi yang lebih berat dapat terjadi ketika pembengkakan menyerang saluran napas, seperti bagian hidung, dan tenggorokan. Kondisi ini bisa menyebabkan menyempitnya saluran napas dan berisiko kematian.

"Selama 9 tahun terakhir, AmBisome, yang disumbangkan oleh Gilead Sciences, telah membawa negara-negara endemik, terutama di Wilayah Asia Tenggara di ambang menghilangkan visceral leishmaniasis sebagai masalah kesehatan masyarakat, penyakit yang ditakuti, dikenal dengan potensi kematian yang tinggi," ujar Tereza Kasaeva, Asisten Direktur Jenderal di Universal Health Coverage/Communicable & Noncommunicable Diseases WHO.

Melansir laman WHO, kolaborasi jangka panjang dengan Gilead Sciences telah berhasil mengurangi morbiditas visceral leishmaniasis di Asia Tenggara hingga 82 persen. Kolaborasi keduanya juga berhasil menurunkan kasus kematian akibat visceral leishmaniasis hingga 95 persen di wilayah yang sama.

"Donasi lanjutan dari AmBisome telah meningkatkan akses ke pengobatan dengan mencapai hasil yang lebih baik dan secara substansial mengurangi durasi pengobatan dari beberapa hari menjadi sesingkat injeksi tunggal selama beberapa jam, khususnya di Wilayah Asia Tenggara," kata Daniel Argaw Dagne, Kepala Unit, Pengobatan dan Perawatan Pencegahan, Departemen Pengendalian Penyakit Tropis Terabaikan WHO.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top