Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Inflasi Pangan Saat Ramadan

📅 Senin, 04 Mar 2024, 08:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Inflasi Pangan Saat Ramadan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Inflasi nasional berpotensi terus merangkak dalam beberapa waktu ke depan. Terlebih lagi, dalam dua bulan ke depan, ada momentum Ramadan dan Lebaran yang akan memacu tingkat konsumsi masyarakat.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan harga beras bakal terkoreksi dua hingga tiga pekan ke depan. Namun, pemerhati pemberasan meminta pemerintah untuk mewaspadai kenaikan harga beras momen puasa dan Lebaran.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan, ke depan pemerintah harus mengantisipasi kenaikan harga beras karena ada momen puasa dan Lebaran. Menurutnya, kenaikan harga itu pasti, karena beras merupakan kebutuhan pokok dan sebagian besar masyarakat makan nasi sehingga permintaan beras bersifat inelastis.

"Artinya, berapa pun harga beras naik akan dibeli, dan kenaikan harga beras mendorong kenaikan harga barang lain jadi terjadi inflasi," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Minggu (3/3).

Karena itu, menurut Esther, penting untuk menjaga pasokan beras di Indonesia agar harga beras stabil dan tidak inflasi. Esther menyoroti minimnya produksi beras sehingga membuat pasokan ke pasar berkurang.

"Kalau sekarang belum ada tambahan suplai beras maka harus impor beras, makanya pemerintah harus tingkatkan produksi agar pasokan ke pasar tidak berkurang," ucapnya.

Dalam kesempatan lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan kenaikan harga beras beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi kenaikan ongkos input produksi seperti pupuk, benih, sewa lahan, upah pekerja, dan lainnya.

"Kenapa harga beras tinggi? Karena delapan bulan terakhir defisit, jadi antara produksi dan konsumsi. Kalau lihat pada 2023 surplus hanya 340 ribu ton, sementara kebutuhan nasional itu 2,5-2,6 juta ton (per bulan). Pada saat produksi demikian persaingan mendapatkan GKP (Gabah Kering Panen) berebut di tingkat petani," ujar Arief Prasetyo Adi, tengah pekan lalu.

Arief memprediksi harga beras akan terkoreksi signifikan dalam dua hingga tiga pekan ke depan mengacu pada harga GKP di tingkat petani yang sudah mengalami penurunan.

"Harga GKP sedang mengalami penurunan secara bertahap sejak minggu kedua Februari 2024. Hari ini harga gabah kering panen di tingkat petani sudah sekitar 7.100 rupiah per kilogram (kg). Artinya, apabila harga gabah tersebut sudah turun dari 8.600 rupiah per kg ke 7.100 rupiah per kg dalam dua sampai tiga minggu harga beras akan terkoreksi signifikan," ujarnya.

Menurut Arief, beras makin mahal lantaran kenaikan harga GKP juga mengalami kenaikan. Biasanya, sambung Arief, cara simpel menghitung harga beras yaitu dua kali lipat harga GKP.

Berdasarkan data panel harga pangan NFA per 28 Februari 2024, rata-rata harga GKP tingkat petani berkisar 7.120 rupiah per kg, sedangkan harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen berkisar 16.770 rupiah per kg, dan beras medium di tingkat konsumen berkisar 14.480 rupiah per kg.

Neraca Defisit

Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi dan konsumsi dalam dua bulan pertama 2024 mengalami defisit mencapai 2,8 juta ton. Hal ini memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan importasi beras secara terukur untuk mengamankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.