Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Ma'ruf Dorong Pengembangan Program Fraksionasi Plasma Lokal

📅 Senin, 05 Agu 2024, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Ma'ruf Dorong Pengembangan Program Fraksionasi Plasma Lokal Doc: ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga
Ket. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial Kepada Para Donor Darah Sukarela 100 kali atau lebih, selama tahun 2019-2022, di Jakarta, Senin (5/8/2024).

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) dan pihak terkait untuk mengembangkan program fraksionasi plasma lokal, guna mengurangi kebutuhan plasma impor.

Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf dalam sambutannya pada acara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial Kepada Para Donor Darah Sukarela 100 kali atau lebih selama tahun 2019-2022, di Jakarta, Senin (5/8).

"Saya mendapat laporan bahwa saat ini kita masih bergantung pada impor produk obat turunan plasma yang dibuat dari plasma darah manusia. Saya mendorong PMI dan lembaga terkait untuk terus mengembangkan program fraksionasi plasma lokal yang dapat mengurangi kebutuhan plasma impor," ujar Wapres.

Wapres Ma'ruf berharap inovasi tersebut dapat memastikan akses berkelanjutan terhadap ketersediaan darah dan produk darah yang lebih aman dan andal di Indonesia.

Wapres juga mendorong PMI dan pihak terkait untuk menggencarkan sosialisasi dan promosi tentang pentingnya donor darah kepada masyarakat.

Ia mencermati saat ini, stok darah di Unit Donor Darah PMI di seluruh Indonesia baru mencapai sekitar 91.000 kantong. Sedangkan jumlah ideal ketersediaan darah adalah 2,5 persen dari jumlah penduduk, yang artinya Indonesia harus memiliki stok sekitar 7 juta kantong darah per tahun.

"Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu terus meningkatkan donor darah agar stok darah minimal terpenuhi," jelasnya.

Dia menyampaikan, kesadaran dan partisipasi pendonor yang tinggi akan memperkuat solidaritas kemanusiaan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak bencana dan krisis kesehatan.

Ia juga meminta peningkatan edukasi dan pengetahuan tentang kegiatan palang merah.

Menurutnya, PMI harus mulai menyasar generasi muda untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan PMI, dengan cara memanfaatkan media sosial dan grafis yang menarik untuk menumbuhkan minat untuk melakukan donor darah.

"Perkuat kolaborasi intensif antara kementerian dan lembaga agar keamanan dan ketersediaan darah terjamin. Kolaborasi juga harus melibatkan Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Kementerian Sosial. Bersama kita harus dapat menjaga stok produk darah dan meningkatkan upaya pemenuhan kebutuhan darah," jelasnya.

Selanjutnya, Wapres mendorong pelibatan kalangan dunia usaha atau organisasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.

Dia menekankan media yang dimiliki oleh para pelaku usaha dan organisasi masyarakat dapat menjadi wadah untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas sekaligus memotivasi publik agar terlibat dalam program sosial kemanusiaan.

Penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 128/TK/2019 dan Keppres Nomor 35/TK/2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial.

Pada kesempatan itu anugerah Satyalancana Kebaktian Sosial diserahkan kepada 1.591 orang masyarakat, yang telah mendonorkan darahnya 100 kali atau lebih.

"Selamat kepada seluruh pendonor darah sukarela yang menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial hari ini. Penerima penghargaan ini adalah orang-orang hebat yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali, yang berarti telah memberikan 25-30 liter selama kurang lebih 20-30 tahun hidupnya," kata Wapres.

Wapres Ma'ruf berharap penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk turut membantu orang-orang yang membutuhkan darah, dan menjadikan kegiatan donor darah sebagai sebuah kebiasaan yang rutin dalam kehidupan sehari-hari.

Wapres Ke-10 dan Ke-12 sekaligus Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyampaikan para pendonor darah penerima Satyalancana Kebaktian Sosial berasal dari 26 provinsi.

"Provinsi dengan pendonor darah terbanyak selalu Jawa Timur," kata Jusuf Kalla.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.