Wall Street dan Tiongkok Melawan Dampak Peretasan ICBC Cabang New York
📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 23:53 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
NEW YORK - Para pedagang dan pialang Wall Street berusaha meminimalkan dampak serangan ransomware atau virus komputer terhadap bank terbesar Tiongkok, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) di New York, yang mengganggu perdagangan di pasar Treasury AS senilai 24 triliun dolar AS.
Dilansir oleh Financial Times, serangan telah mengungkap kerentanan di pasar Treasury terbesar dan paling likuid di dunia, yang menopang harga aset di seluruh dunia.
"Karena sistemnya disusupi, ICBC Financial Services terpaksa mengirim USB berisi data perdagangan ke Bank of New York (BNY) Mellon untuk membantu menyelesaikan perdagangan," ujar sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Menurut para pedagang dan bank, serangan terebut menghalangi ICBC untuk menyelesaikan perdagangan Treasury atas nama pelaku pasar lainnya. "Dana lindung nilai dan manajer aset mengalihkan perdagangan karena gangguan dan serangan tersebut berdampak pada likuiditas pasar Treasury," kata sumber itu.
Beberapa pedagang berpendapat bahwa peretasan di ICBC bahkan mungkin telah berkontribusi terhadap aksi jual tajam obligasi Treasury jangka panjang pada Kamis setelah lelang obligasi 30 tahun senilai 24 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Atas nama ICBC, BNY pada Kamis meminta beberapa perpanjangan jam operasional Fedwire, platform pembayaran real-time yang dioperasikan oleh Federal Reserve AS, untuk memberi lebih banyak waktu dalam menyelesaikan perdagangan Treasury," kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Mereka menambahkan, karena peretasan tersebut, unit ICBC di AS memerlukan suntikan modal sebesar 9 miliar dolar AS dari perusahaan induknya untuk menutupi perdagangan yang belum terselesaikan dengan BNY.
ICBC sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa mereka "mengalami serangan ransomware yang mengakibatkan gangguan pada sistem [layanan keuangan] tertentu".
Sebaiknya Anda baca juga:
"BNY, bank kustodian terbesar di dunia, telah memutuskan sambungan ICBC secara elektronik dari platformnya dan tidak berencana untuk menyambungkannya kembali sampai pihak ketiga membuktikan bahwa hal tersebut aman untuk dilakukan," kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
BNY malah menggunakan solusi solusi manual untuk memproses perdagangan.
"Tidak ada tim TI yang akan mempercayai apa pun dari ICBC AS tanpa dipindai atau diteliti secara ketat," kata salah satu pakar dunia maya yang dekat dengan respons industri ini.
"Sampai BNY terhubung kembali, hal ini akan berjalan lambat dan menyakitkan," kata sumber yang lain.
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, pada Jumat mengatakan, dia telah menghubungi Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, mengenai peretasan tersebut tetapi belum melihat dampaknya terhadap pasar Treasury.
"Kami telah bekerja sangat erat dengan pihak Tiongkok, dengan perusahaan tersebut dan dengan regulator di Amerika Serikat," katanya, seraya menambahkan bahwa Departemen Keuangan telah memberikan bantuan penuh kepada ICBC mengenai masalah ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!