Utusan Rusia ke AS: Tuduhan Kejahatan Perang di Ukraina Mengancam Pembicaraan Damai
📅 Kamis, 07 Apr 2022, 16:40 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: NEWSWEEK/CHRIS MCGRATH
JAKARTA - Utusan Moskow di Washington menegaskan kembali klaim negaranya: Ukraina memalsukan dugaan pembantaian dilakukan tentara Rusia di kota Bucha. Dia mengatakan pada Newsweek bahwa tuduhan itu bisa mengancam pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara kedua negara.
"Setiap hari, otoritas Ukraina membesar-besarkan kampanye disinformasi anti-Rusia, menyebarkan tuduhan tak berdasar tentang dugaan kekejaman dan kejahatan perang Angkatan Bersenjata Federasi Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov kepada Newsweek seperti dilaporkan Kamis (7/4).
"Menghakimi dengan retorika semacam itu," tambahnya, "Kepemimpinan Ukraina tidak dikendalikan oleh perhatian tentang warga sipil melainkan oleh keinginan untuk mengkosolidasi citra sebagai "korban" dan menodai negara kami."
AS dan sekutu Eropa yang mendukung Ukraina bereaksi keras melaporkan gambar dan footage, mengaku menunjukkan warga sipil terbunuh, beberapa di antaranya tampak dibunuh dengan cara dieksekusi, berjejer di jalanan Bucha, jaraknya 24 mil dari ibukota Kiev.
Kebocoran radioaktif membuat presiden Joe Biden makin mem-branding Putin sebagai penjahat perang dan menyerukannya untuk menghadapi pengadilan internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Antonov mengatakan, "Reaksi sejumlah negara atas peristiwa Bucha sungguh mengejutkan, mereka tak melihat lagi apa yang terjadi dan menyalahkan militer Rusia begitu saja atas semua yang terjadi." Dalam pandangannya, mereka benar-benar mengabaikan inkonsistensi yang mengindikasikan bahwa aksi itu dibuat-buat.
Salah satunya, "Pada 31 Maret, Walikota Bucha Anatoly Fedoruk menyatakan penarikan mundur secara penuh tentara Rusia, dia tidak mengatakan satu kata tentang penembakan warga sipil."
"Tuduhan pertama baru muncul di media Barat pada 3 April."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sangat tidak mungkin tubuh orang mati tergeletak di jalanan selama empat hari dan tidak ada orang yang memperhatikan," kata Antonov.
Beberapa hari sebelum pemberitaan muncul, Antonov mengatakan, "Perwakilan polisi rahasia Ukraina dan polisi nasional tiba di Bucha pada 1 April."
"Mereka mengumumkan maksud mereka ingin membersihkan wilayah itu dari kaki tangan Rusia," kata Antonov. "Kelompok radikal Ukraina bahkan menyerukan penembakan warga yang tidak memiliki tanda identifikasi khusus. Menteri Pertahanan Rusia juga memiliki bukti tentang kejahatan terencana oleh otoritas Ukraina di kawasan Sumy dan Kiev.
Dia kemudian memperingatkan bukti-bukti akan lebih banyak lagi.
"Kami yakin rezim Kiev sedang menyiapkan materi yang lebih provokatif tentang kematian warga sipil di kawasan Kharkiv diduga akibat aksi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia," kata Antonov. "Masing-masing orang dibayar 25 dolar untuk partisipasinya dalam pembuatan film itu."
Newsweek tidak dapat memverifikasi secara independen klaim-klaim tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!