Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Utang Negara-negara Berkembang Naik Lebih dari Dua Kali Lipat Menjadi US$9 Triliun

Foto : Istimewa

Bank Dunia mengatakan negara-negara termiskin yang memenuhi syarat untuk meminjam dari Asosiasi Pembangunan Internasional menghabiskan lebih dari sepersepuluh dari pendapatan ekspor mereka untuk membayar hutang mereka.

A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON - Bank Dunia pada Selasa (6/12), mengatakan utang luar negeri negara-negara berkembang telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari satu dekade yang lalu menjadi 9 triliun dollar AS pada 2021, memperingatkan krisis utang yang dihadapi negara-negara itu telah meningkat.

Dilansir oleh The Straits Times, pandemi Covid-19 telah memaksa banyak negara untuk mengambil lebih banyak pinjaman, dan Presiden Bank Dunia, David Malpass, sebelumnya memperingatkan dunia sedang menghadapi gelombang kelima krisis utang.

Banyak negara sudah menghadapi atau berisiko mengalami kesulitan utang dengan melonjaknya inflasi global dan kenaikan suku bunga.

Dan, lanjut Bank Dunia, pertumbuhan global melambat tajam pada 2022, dengan peningkatan risiko resesi dunia pada 2023 di tengah "salah satu episode pengetatan kebijakan yang paling sinkron secara internasional" dalam 50 tahun.

"Pendekatan komprehensif diperlukan untuk mengurangi utang, meningkatkan transparansi, dan memfasilitasi restrukturisasi yang lebih cepat - sehingga negara-negara dapat fokus pada pengeluaran yang mendukung pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan," tambah Malpass.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top