Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Turis akan Dikenakan Biaya ke Air Mancur Trevi di Roma

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 09:00 WIB | Oleh:
Turis akan Dikenakan Biaya ke Air Mancur Trevi di Roma Doc: Istimewa

Roma akan segera meluncurkan sistem tiket untuk masuk ke salah satu situs paling ikoniknya. Pihak berwenang di ibukota Italia mengatakan bahwa mereka ingin memulai skema ini di Air Mancur Trevi sebagai bagian dari rencana yang sedang berlangsung untuk mengurangi kerumunan orang dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan.

Air mancur dari abad ke-18 ini telah lama menjadi tempat yang wajib dikunjungi oleh para turis yang datang ke Kota Abadi ini, namun sering kali penuh sesak dan penuh dengan pencopet.

"Secara pribadi saya mendukung bentuk akses baru, terbatas dan berjangka waktu, ke Air Mancur Trevi," kata Alessandro Onorato, anggota dewan kota Roma yang bertanggung jawab atas pariwisata kepada surat kabar Italia Corriere della Sera, dikutip dari Euronews, Jumat (10/10).

Onorato menambahkan, jika diberlakukan sistem masuk ini akan memerlukan pemesanan terlebih dahulu. Wisatawan akan dikenakan biaya sebesar 1 Euro, sementara bagi penduduk Roma akan bebas biaya masuk.

Terlepas dari biaya tersebut, pihak berwenang kota mengatakan bahwa tujuan dari biaya tersebut bukanlah untuk mengumpulkan uang, namun untuk mengurangi dan mengendalikan kerumunan orang, sekaligus mencegah mereka untuk "makan es krim atau pizza di sebuah monumen yang layak dihormati."

Air mancur ini merupakan salah satu atraksi yang paling banyak dikunjungi di Italia dan di seluruh dunia. Itu berarti air mancur ini sering kali penuh sesak dengan orang-orang yang berjuang untuk mendapatkan pandangan sekilas ke ikon yang dirancang oleh arsitek Italia Nicola Salvi ini.

Meskipun Onorato sangat ingin melihat skema tiket dalam aksi, juru bicara pemerintah kota mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa proposal tersebut hanyalah ide awal belum ada yang konkret.

"Ini adalah masalah yang rumit dan sulit, tetapi cepat atau lambat harus diatasi," kata juru bicara tersebut,

"Pariwisata di Roma, yang mencatatkan rekor, harus dibuat berkelanjutan untuk kota dan lingkungan," tambahnya.

Roma dikunjungi rata-rata 35 juta pengunjung setiap tahunnya dan jumlah tersebut akan terus bertambah pada tahun 2025 karena Jubilee, sebuah acara keagamaan selama setahun yang diselenggarakan di kota tersebut dan Vatikan, akan menarik jutaan pengunjung lainnya.

Akses ke air mancur Baroque akan dibatasi bulan depan selama air mancur ini dibersihkan. Sejumlah turis akan diberikan akses selama proyek pemeliharaan, dengan jalan setapak kaca yang dibangun di atas Air Mancur Trevi yang akan menawarkan pemandangan unik dari karya-karya tersebut.

Pemerintah kota mengatakan bahwa hal ini akan digunakan untuk lebih memahami arus wisatawan yang datang ke monumen tersebut, dan kemungkinan akan menjadi pendahulu dari akses terbatas dan biaya masuk yang akan diberlakukan pada tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

38 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.