Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Diversifikasi Usaha

Toyota Terjun ke Bisnis Taksi ”Online”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO - Toyota Motor Corp melakukan terobosan bisnis dengan menjadi peserta dalam pembiayaan Grab, yang saat ini diperkirakan akan menghasilkan dana sebesar 2,5 juta dollar AS, bersama para rekan mereka dari Tiongkok, Didi Chuxing, dan SoftBank Group Corp dari Jepang.

"Dengan nama Toyota Tsusho Corp, di mana Toyota Motor adalah pemangku kepentingan terbesar, telah menanamkan investasi yang jumlahnya tidak diungkapkan oleh Grab," kata juru bicara perusahaan tersebut dalam pernyataan terpisah Rabu (30/8).

Investasi tersebut merupakan yang terbaru dalam bisnis startup di Asia Tenggara, di mana perusahaan besar mencari pertumbuhan di negara- negara berkembang besar di kawasan itu yang memiliki demografi kaum muda dengan profil pengikut perkembangan teknologi.

Toyota Motor mengatakan akan memasang perangkat perekam mengemudi di kendaraan yang dioperasikan oleh Grab, saat produsen mobil tersebut memperluas layanan penggerak baru.

Perangkat TransLog akan dipasang Toyota dalam sebuah program percontohan pada 100 mobil sewaan yang dioperasikan oleh Grab yang berbasis di Singapura. Langkah ini memungkinkan perusahaan menganalisis pola berkendara serta menawarkan akses yang lebih baik ke layanan mobil secara terhubung.

Didi Chuxing dan Soft- Bank sudah menjadi investor Grab dan layanan penyewaan lainnya di seluruh dunia. Pada bulan Juli, Grab mengatakan bahwa dua perusahaan tersebut akan menambahkan 2 miliar dollar AS dan tambahan 500 juta dollar AS yang akan berasal dari pihak lain. Langkah itu akan menghasilkan penggalangan dana terbesar sepanjang sejarah bisnis di Asia Tenggara.

Seseorang yang dekat dengan kalangan perusahaan Grab mengatakan bahwa penggalangan dana senilai 2,5 miliar dollar AS tersebut akan memberi nilai perusahaan sebesar 6 miliar dollar AS.

Muncul Pesaing

Grab mengoperasikan layanan sewa mobil pribadi, sepeda motor, taksi dan penyimpanan kendaraan (carpooling) di tujuh negara dengan 1,2 juta pengemudi. Dengan klaim memiliki pangsa pasar 95 persen dalam penjualan taksi pihak ketiga dan 72 persen dalam kendaraan pribadi, perusahaan itu mendapat banyak pujian dari kalangan bisnis di Asia Tenggara.

Namun sahamnya dapat terancam karena layanan pengantar penumpang terbesar di dunia, Uber yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, juga berambisi dapat meningkatkan penetrasinya ke kawasan yang sama setelah melihat hasil bisnis Tiongkok oleh Didi Chuxing tahun lalu.

Sektor sewa kendaraan online saat ini didominasi oleh perusahaan teknologi, namun perusahaan produsen mobil seperti Toyota, Volkswagen, dan General Motors, telah mengikat perjanjian dengan berinvestasi pada penyedia layanan tersebut untuk mencegah terjadinya pergeseran nilai dari pasar kendaraan di mata pemilik pribadi kendaraan.

Sebelumnya Toyota sudah terikat dengan Uber, yang memberi persyaratan sewa guna usaha (leasing) kendaraan yang fleksibel untuk sopir Uber, sementara keduanya juga berencana untuk berbagi upaya penelitian dan pengembangan. Kesepakatan ini juga mencakup investasi yang tidak diungkapkan di Uber. SB/Rtr/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top