Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Hubungan Multilateral

Tiongkok dan UE Perlu Capai Konsensus untuk Kerja Sama Energi Baru

Foto : ANTARA/XINHUA/REN PENGFEI

Masyarakat mengunjungi stan produsen mobil Tiongkok Xpeng saat International Motor Show 2023, yang secara resmi dikenal sebagai IAA MOBILITY 2023, di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu.

A   A   A   Pengaturan Font

Yan Shaohua, associate research fellow di Pusat Hubungan Tiongkok-Eropa di Universitas Fudan, mengatakan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Tiongkok yang menjajaki negara-negara Eropa telah membantu mendorong pengembangan rantai industri EV lokal dan mempercepat transisi digital serta ramah lingkungan di negara-negara tersebut.

Tiongkok dan UE merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi satu sama lain. Data resmi menunjukkan rata-rata nilai perdagangan keduanya mendekati hampir 1,5 juta dollar AS (1 dollar AS = 16.218 rupiah) per menit, sementara investasi dua arah menembus angka 250 miliar dollar AS.

Bagi Eropa, Tiongkok juga memainkan peran penting sebagai pemasok utama bahan baku seperti sel fotovoltaik dan turbin angin, yang merupakan komponen penting bagi UE mengingat organisasi itu memiliki target ambisius, yakni menjadi benua netral iklim pertama di dunia per 2050.

Sekitar 98 persen tanah jarang UE diimpor dari Tiongkok, dan lebih dari 93 persen magnesiumnya juga berasal dari Tiongkok, menurut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Kedua material tersebut sangat diperlukan dalam pembuatan suku cadang otomotif.

Terlepas dari pasang surutnya hubungan Tiongkok-UE dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama tetap menjadi tema utama dalam hubungan bilateral. Sektor industri, rantai pasokan, dan rantai nilai kedua belah pihak terjalin dengan begitu erat, membuat keduanya tak terpisahkan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top