Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tarif Air Perpipaan Kota Bandung Naik 20 Persen Berdampak bagi Inflasi

📅 Senin, 03 Feb 2025, 17:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tarif Air Perpipaan Kota Bandung Naik 20 Persen Berdampak bagi Inflasi Doc: ANTARA
Ket. Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan keterangan di Gedung BPS Jabar, Senin (3/2/2025).

BANDUNG– Keputusan Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung untuk menaikkan tarif air perpipaan per 1 Februari 2025 sebesar 20 persen diproyeksikan berdampak bagi  inflasi, khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga.

"Yang pasti akan inflasi dari sisi konsumsi rumah tangga. Nah, ini yang harus diperhitungkan. Tapi, saya kira pastinya kebijakan itu sudah dipertimbangkan dengan sangat baik," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Darwis Sitorus, di Bandung, Senin (3/2).

Darwis mengatakan hal tersebut harus diperhatikan oleh pemangku kebijakan mengingat ada potensi peningkatan inflasi dari sisi kebutuhan air, yang akan terus-menerus berlangsung selama satu tahun.

"Kalau sudah diputuskan berarti mulai dari Februari 2025 sampai Februari tahun 2026, inflasi di tarif air ini akan terus. Ya, mudah-mudahan sudah dipertimbangkan," ujar Darwis.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan pihaknya menghargai dan menghormati keputusan peningkatan harga air perpipaan 20 persen tersebut di Kota Bandung. Namun, dia juga mengatakan hal ini akan didiskusikan lebih lanjut dengan Pemkot Bandung.

"Karena bagaimanapun juga kan tidak berdiri sendiri ya, kita juga harus memperhatikan ekonomi Jawa Barat lebih jauhnya ekonomi nasional," kata Herman.

Dia mengatakan pihaknya juga akan memperhatikan dampak dari kenaikan ini per hari, per pekan sampai sebulan ke depan terhadap inflasi. Jika tetap terkendali, menurutnya tak ada persoalan.

"Tapi, kala kalau nanti ada hal-hal yang harus kita koreksi ya barangkali nanti ada feedback ke pemerintah Kota Bandung, sementara kita hargai, kita hormati ya. Tapi, kita evaluasi nanti puncaknya sebulan ke depan melibatkan semua pemangku kebijakan bukan hanya Kota Bandung, tapi 27 kabupaten/kota," tuturnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Evaluasi itu, kata Herman, karena dirinya juga berharap jika nanti terjadi peningkatan tarif, harus ada peningkatan layanan juga yang progresif, bahkan ketika layanannya jauh lebih meningkat daripada tarif akan lebih baik.

"Karena peningkatan tarif jangan hanya dipandang dari satu aspek tapi harus menyeluruh termasuk tadi kepastian peningkatan layanan sekarang kami mau bertemu dengan wali kota dan kita akan diskusikan," katanya. 

"Harus ada kepastian kalau rakyat menerima beban karena ada tambahan tarif, tapi dalam waktu yang bersamaan masyarakat mendapatkan kemanfaatan dengan kecepatan dan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik," tutur Herman.

Hal ini jadi perhatian Herman, karena Jabar mengalami deflasi 0,68 persen pada Januari 2025 secara bulanan (month to month/mtm).

"Tingkat inflasi kan harus stabil. Kalau terlalu tinggi kurang baik bagi konsumen, kalau terlalu rendah itu kepentingan produsen (terganggu). Pemerintah harus memayungi keduanya untuk dikendalikan agar terjaga dan ini harus kita waspadai," ucap Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.