Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Produksi Peternakan - Rata-rata Harga Telur Ayam Ras Turun pada Juli-Pekan III September 2021

Stabilisasi Harga Telur Dipacu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Stabilisasi harga telur ayam ras akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk menyerap hasil dari peternak.

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya melakukan stabilisasi harga telur ayam ras di tingkat peternak. Salah satunya, Ditjen PKH Kementan melalui Kemenko Perekonomian mengusulkan kepada Kemensos untuk intervensi program Bantuan Sosial kepada masyarakat menggunakan komponen telur ayam ras dan daging ayam ras setiap bulan.

"Hal ini demi mengupayakan stabilisasi harga telur ayam ras," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, Nasrullah, di Jakarta, Kamis (23/9).

Untuk meningkatkan konsumsi telur dan penyerapan telur dari peternak, pemerintah juga mendorong Aparat Sipil Negara (ASN) di pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat secara serentak agar membeli telur peternak yang dikoordinir oleh setiap unit kerja setempat.

Ditjen PKH juga mendukung peternak agar menerapkan manajemen replacement budidaya layer dengan pengaturan flok. Setidaknya setiap peternak dalam satu tahun memiliki lima umur layer yang berbeda sesuai dengan kapasitas kandang yang dikuasai. "Pengaturan flok ini sangat strategis untuk mengatur daya serap pasar telur ayam ras menyesuaikan dengan tren HBKN dan kegiatan hajatan masyarakat," imbuh Nasrullah.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Sugiono, mengatakan pemerintah juga akan mengoptimalkan peran koperasi peternak layer untuk konsolidasi penyediaan bahan pakan. Koperasi diwajibkan memiliki gudang pakan memadai sesuai dengan kapasitas layer yang dikuasai oleh seluruh anggotanya.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top