Serangan Rudal Russia Hantam Odessa Ukraina, 20 Orang Tewas
📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Handout/LAYANAN DARURAT UKRAINIAN
ODESSA - Serangan rudal Russia menghantam infrastruktur sipil di kota pelabuhan Odessa di Laut Hitam Ukraina, Jumat (15/3), menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai sedikitnya 70 orang dalam serangan paling mematikan dalam beberapa minggu, kata para pejabat Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Russia akan menerima "respons yang adil" dari pasukan Ukraina atas apa yang disebutnya sebagai serangan "keji" terhadap sebuah kota yang telah diserang drone atau rudal Russia hampir setiap hari pada bulan ini.
Dua rudal Iskander-M yang ditembakkan dari semenanjung Krimea yang diduduki Russia merusak infrastruktur sipil serta jalur pasokan gas dan listrik di kota selatan tersebut, kata gubernur regional Oleh Kiper di televisi nasional.
Warga menghadapi pemadaman pasokan gas dan listrik, tambahnya.
"Ledakannya sangat kuat, terutama ledakan kedua… Ini adalah rudal yang sangat kuat yang dapat terbang dari wilayah pendudukan Krimea dalam beberapa menit," kata Kiper.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang petugas medis dan penyelamat tewas oleh rudal kedua setelah bergegas ke tempat kejadian untuk merawat orang-orang yang terluka dalam serangan awal.Sepuluh orang menderita luka serius, tambah Kiper.
"Pasukan Pertahanan kami pasti akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa para pembunuh Rusia merasakan tanggapan kami yang adil," kata Zelenskyy melalui Telegram.
Warga berbondong-bondong mendonorkan darahnya hingga menimbulkan antrean di pusat kesehatan.Hari Sabtu dinyatakan sebagai hari berkabung setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah fasilitas rekreasi tiga lantai hancur dalam serangan itu serta setidaknya 10 rumah pribadi, kata komando militer selatan.Jenazah dibaringkan dalam selimut pelindung foil, puluhan tim penyelamat berjuang memadamkan api dan terus membersihkan puing-puing.
Odessa, salah satu pelabuhan terbesar di Ukraina, telah lama menjadi sasaran serangan Russia, terutama setelah Moskow menarik diri dari perjanjian yang ditengahi PBB yang mengizinkan pengiriman biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam dengan aman.
"Teror Russia di Odessa adalah tanda kelemahan musuh, yang berperang melawan warga sipil Ukraina di saat mereka tidak dapat menjamin keselamatan orang-orang di wilayahnya sendiri," tulis kepala staf kepresidenan Ukraina Andriy Yermak di Telegram.
Moskow membantah menargetkan warga sipil dalam invasi besar-besaran ke Ukraina yang dilancarkan pada Februari 2022, meskipun banyak yang tewas dalam serangan udara Rusia yang sering terjadi di seluruh negeri.
Ukraina telah menggunakan drone jarak jauh untuk mencoba menyerang balik Russia, meningkatkan serangan terhadap serangkaian kilang minyak minggu ini menjelang pemilihan presiden Russia pada 15-17 Maret.
Ukraina menyerang kilang kecil di wilayah Kaluga Russia dengan drone pada Jumat pagi dalam operasi yang dilakukan oleh badan mata-mata militer GUR, kata sumber intelijen Ukraina kepada Reuters.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!