Seoul: Tentara Korut yang Tertangkap Tewas
📅 Sabtu, 28 Des 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa
SEOUL -Seorang tentara Korea Utara (Korut) yang ditangkap saat bertempur dalam perang Russia melawan Ukraina telah meninggal karena luka-lukanya, kata badan mata-mata Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (27/12).
Sebelumnya Pyongyang dilaporkan telah mengerahkan ribuan tentara untuk memperkuat militer Russia, termasuk di wilayah perbatasan Kursk tempat Ukraina melancarkan serangan mendadak di perbatasan pada Agustus lalu.
Salah satu tentara Korut tersebut ditangkap hidup-hidup oleh tentara Ukraina pada Kamis (26/12), sumber intelijen Korsel mengatakan kepada AFP, seraya menambahkan bahwa lokasi penangkapannya tidak diketahui.
Beberapa jam kemudian, Badan Intelijen Nasional (NIS) Seoul mengatakan bahwa prajurit tersebut telah meninggal karena luka-lukanya.
"Telah dikonfirmasi melalui badan intelijen sekutu bahwa tentara Korut yang ditangkap hidup-hidup pada tanggal 26 Desember baru saja meninggal dunia karena luka yang semakin parah," kata badan mata-mata Korsel dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konfirmasi pada Jumat itu muncul beberapa hari setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa hampir 3.000 tentara Korut telah terbunuh atau terluka saat mereka bergabung dengan pasukan Russia dalam pertempuran.
Badan intelijen Korsel sebelumnya menyebutkan jumlah warga Korut yang tewas atau terluka mencapai 1.000 orang, dengan mengatakan tingginya angka korban bisa jadi disebabkan oleh lingkungan medan perang yang tidak dikenal dan kurangnya kemampuan mereka untuk melawan serangan pesawat tak berawak.
“Tentara Korut juga dimanfaatkan sebagai unit penyerang garis depan yang dapat dikorbankan," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun yang berbicara pekan lalu setelah pengarahan oleh badan mata-mata Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut dan Russia diketahui telah memperkuat hubungan militer mereka sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada Februari 2022. Pakta pertahanan penting antara Pyongyang dan Moskwa yang diteken pada Juni mulai berlaku bulan ini, dan Presiden Russia, Vladimir Putin, memujinya sebagai sebuah dokumen terobosan.
Media pemerintah Korut mengatakan pada Jumat bahwa Putin telah mengirim pesan Tahun Baru kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un, dengan mengatakanbahwa hubungan bilateral antara kedua negara telah ditingkatkan setelah pembicaraan kita pada Juni di Pyongyang.
Kekurangan Air
Sementara itu pihak Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa pasukan Korut yang bertempur bersama Russia melawan pasukan Ukraina menghadapi kesulitan logistik, termasuk kekurangan air minum.
Badan intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina mengunggah analisisnya mengenai operasi Korea Utara di media sosial pada Kamis (26/12). Dikatakan bahwa Korut menderita banyak korban jiwa akibat serangan Ukraina pada Jumat (20/12) pekanlalu, tetapi mereka diberi amunisi dan makanan oleh Russia keesokan harinya dan melanjutkan operasi mereka.
Badan intelijen itu juga mengatakan bahwa pada Minggu (22/12) terjadi penurunan tajam komunikasi radio di antara satuan-satuan tentara Korut yang disebabkan oleh keberhasilan serangan pasukan Ukraina terhadap salah satu pusat komunikasi utama mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!