Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Selamat Tahun Baru

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perayaan Tahun Baru akan mencapai puncaknya pada Senin (31/12) malam. Masyarakat sering menyambut setiap pergantian tahun dengan meniup trompet, menyalakan kembang api, atau menyulut petasan. Mereka berkumpul di berbagai titik di kota-kota besar, menanti detik-detik pergantian tahun. Tradisi pergantian tahun ini menjadi budaya hampir semua bangsa. Semua merayakan. Bagi mereka, malam Tahun Baru adalah momen penting yang harus disaksikan dan dirayakan.

Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah tujuan dari perayaan Tahun Baru itu? Apakah sekadar berkumpul, hura-hura belaka atau ada tujuan lain yang positif. Secara sepintas, terlihat tujuan perayaan Tahun Baru adalah menyaksikan detik-detik pergantian tahun. Meninggalkan tahun yang ada menuju tahun yang akan datang. Melepas 2018, menyambut 2019.

Tapi apa sebatas itu? Tentu saja tidak. Tahun Baru selalu diiringi dengan harapan baru. Sejumlah resolusi dirancang dan direncanakan untuk direalisasikan sepanjang 2019. Di saat yang sama, pencapaian 2018 dijadikan pembelajaran dan pijakan.

Tahun Baru juga dimaknai sebagai upaya untuk mematangkan kedewasaan diri. Tahun Baru dijadikan momentum evaluasi diri. Menyadari segala kekurangan. Mengevaluasi diri itu penting guna memperbaiki kehidupan. Dengan mengevaluasi diri maka kekurangan bisa diperbaiki di masa yang akan datang. Tahun 2019 harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kami berharap, malam Tahun Baru ini dijadikan sebagai titik awal dalam putaran tahun, menyusun rencana untuk tahun 2019 agar kehidupan lebih terarah. Hanya orang yang tidak berpikir logis yang tak melakukannya. Hidup mengalir, apa adanya bukan pilihan tepat. Salah kaprah namanya. Atau bentuk kepasrahan orang malas yang tak mau berusaha, bekerja keras. Hidup sangat singkat. Apa kita mau menyia-nyiakannya? Tentu saja tidak.

Menyusun rencana merupakan cara untuk mempermudah kita mengantarkan diri menuju kesuksesan. Merencanakan apa yang akan dilakukan pada tahun 2019 sama artinya memberikan gambaran tentang tantangan yang akan datang dan memilih atau menentukan cara tetap untuk menghadapinya.

Tahun Baru harus menjadi tahun optimisme untuk menjemput harapan. Setiap orang memiliki harapan dalam hidup. Harapan itu selayaknya disongsong. Harapan tak akan datang dengan sendirinya. Harus ada usaha dan kerja keras. Ikhtiar adalah prasyarat datangnya apa yang diharapkan. Menyambut harapan diperlukan rasa optimisme, yakni keyakinan akan hasil yang akan diraih di waktu mendatang.

Tahun Baru seharusnya disertai dengan semangat baru dalam meraih apa yang dicita-citakan. Semangat hidup harus senantiasa dijaga. Jangan sampai melemah, melempem. Semangat baru tak muncul begitu saja. Semangat baru butuh rangsangan. Program dan harapan di masa mendatang merupakan faktor penting dalam memompa semangat itu.

Menyambut Tahun Baru jangan hanya sekadar berkumpul, meniup trompet, menyalakan kembang api dan menyulut petasan. Kita dituntut memaknainya lebih berarti lagi. Kegembiraan dan kemeriahan menyambut Tahun Baru juga harus dibarengi dengan sikap keprihatinan. Apalagi serentetan musibah tengah menerpa negeri ini. Lihat saja pertumbuhan ekonomi nasional yang belum menggembirakan. Bencana juga masih mengancam di sekitar kita, mulai dari banjir, tsunami, gempa, gunung meletus, dan masih banyak ancaman bencana lainnya yang akan menghadang kita.

Saat ini kita juga sedang dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa potensi konflik horizontal, baik antarkelompok masyarakat maupun antarkelompok beragama, sedang mengancam anak-anak bangsa. Rasa saling curiga itu semakin menajam menjelang Pemilu 2019. Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan tenggang rasa dalam memperkuat bangunan kebersamaan semakin menipis. Karena itu, rayakanlah tahun baru dengan proporsional. Selamat Tahun Baru 2019.

Komentar

Komentar
()

Top