Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Sejarah Motor Bebek di Indonesia

📅 Jumat, 20 Mar 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sejarah Motor Bebek di Indonesia Doc: istimewa

Popularitas motor matik membuat motor bebek kini semakin ditinggalkan, meski sebagian konsumen masih tetap bertahan. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI), sepanjang September 2019 penjualan motor bebek mengalami penurunan tertinggi yakni 14,8 persen dibanding bulan sebelumnya, atau hanya menjadi 33.747 unit.

Motor bebek, adalah sepeda motor kecil yang dibangun di atas kerangka yang sebagian besar terdiri dari sebuah pipa berdiameter besar. Desain ini di Barat dikenal sebagai design step-through.

Meskipun posisi tangki bahan bakar,dan penahan percikan air pada motor bebek dibuat mirip dengan skuter, tetapi roda, posisi mesin, dan transmisi lebih mirip dengan desain sepeda motor konvensional. Memang ada perbedaan mendasar dalam desainnya, tapi terkadang motor bebek dipasarkan sebagai skuter di Barat.

Motor bebek sangat populer di seluruh dunia, utamanya di Asia Timur dan negara-negara Asia Tenggara, mereka mendominasi segmen pasar motor murah dengan kemudahan penggunaan seperti skuter, modelnya yang cocok untuk pria dan wanita, dan sifat pengendalian yang bisa diandalkan seperti sepeda motor.

Motor bebek dengan kapasitas mesin dari 49 cc atau kurang, biasanya akan diklasifikasikan sebagai moped di negara-negara Barat, jika mereka memenuhi persyaratan hukum setempat, biasanya kecepatan tertinggi dibatasi sampai 50 km/jam.

Konsep motor bebek dapat dilihat dalam beberapa moped Eropa pada awal tahun 1950-an, ada NSU Speed dan Heinkel Perle. Yang paling penting adalah motor bebek berbingkai tulang belakang, fairing terbuat dari plastik seperti Honda 50 yang diproduksi tahun 1958. Honda 50 ini masih diproduksi dan sudah lebih dari 60 juta unit dibuat, menjadi kendaraan terlaris sepanjang masa.

Di Barat, motor jenis ini disebut underbone, di Malaysia dan Singapura kendaraan ini umumnya dikenal sebagai Kapcai atau Kapchai, sebuah kata plesetan yang berasal dari Kanton, yang merupakan kombinasi dari kata "Cub" dari kata Honda Cub dan dalam bahasa Tiongkok yang diucapkan "jai" yang berarti "kecil".

Oleh karena itu, Kapcai secara harfiah berarti Little Cub. Pasar motor bebek didominasi oleh pabrikan Jepang, walaupun banyak dari mereka yang dibuat di pabrik-pabrik di tempat lain, termasuk Indonesia, Tiongkok dan Thailand. Banyak peminat memodifikasi motor bebek baik untuk pertunjukan, seperti menginstal sistem suara kecil, lampu neon, dan cat secara custom atau untuk kinerja, seperti meningkatkan daya mesin dan penyetelan suspensi.

Drag racing motor bebek adalah ilegal, menjadi populer di negara-negara seperti Filipina dan menimbulkan masalah keselamatan bagi masyarakat serta pengendara itu sendiri, karena motor bebek hanya ada sedikit perlindungan untuk masalah kecelakaan.

Motor bebek awalnya masuk dan beredar di Indonesia tahun 1960. Penggunaan nama bebek sebagai salah satu jenis sepeda motor karena desainnya jika dilihat dari samping sama seperti lekukan bebek. Tahun 1980 sampai tahun 2000, motor jenis ini mengadopsi fairing tipis di kiri dan kanan yang menyerupai sayap bebek.

Mencapai Titik Jenuh

Makin maraknya motor-motor jenis skuter matik (skutik) serta tumbuhnya pasar motor sport diprediski dapat mengurangi dominasi motor jenis bebek di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan President Director PT Minerva Motor Indonesia (MMI) Kristianto Goenadi, seperti dilansir dari situs okezone. Motor jenis bebek akan mengalami titik jenuh tersendiri yang pada akhirnya akan mulai ditinggalkan oleh konsumen di Indonesia. "Boleh dibilang masa kejayaan bebek sudah sunset, beberapa pemain besar kini makin fokus di kelas motor sport maupun skutik," paparnya.

Saat ini tren pergeseran selera konsumen dari sebelumnya menggunakan motor jenis bebek kemudian beralih ke sport maupun skutik sudah terjadi. "Kalau kita lihat di Thailand saja pasar motor bebek terus turun, dan bukan tidak mungkin ini juga terjadi di Indonesia," katanya.

Kristianto menyebut, skutik dan sport akan makin dilirik pembeli di Indonesia. Apalagi kini skutik sudah banyak yang tampil dengan gaya sporty. Pernah Berjaya Motor bebek sempat menjadi pilihan utama konsumen Indonesia di era 1990-an. Pada masa itu motor bebek adalah raja pasar sepeda motor di Indonesia. Pada masa kejayaannya di tahun 2004, pangsa pasar motor bebek sempat menembus 90,87 persen. Kala itu, motor sport hanya bisa mengambil pasar 8,73 persen, dan skutik saat itu baru menguasai 0,35 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenham Jajaki Kota Berbasis HAM

25 menit yang lalu | Ones

Nasional
Kemenham Jajaki Kota Berbas...
Nasional
Diskusi Bahas "Dampak Damai...
Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

25 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.