Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Ratusan Rudal Antik Eks-Taiwan akan Merevolusi Pertahanan Udara Ukraina

Foto : Kementerian Pertahanan Taiwan

Rudal Raytheon MIM-23, Homing All-the-Way Killer (HAWK) milik Taiwan. Krisis sebenarnya muncul karena Angkatan Udara Ukraina harus menembakkan lusinan rudal setiap hari untuk menahan pesawat tempur, drone, dan rudal balistik dan jelajah Rusia.

A   A   A   Pengaturan Font

"Pengiriman besar HAWK akan membantu Kyiv untuk menyelesaikan krisis yang membayangi: menipisnya stok rudal untuk S-300 bekas Soviet dan SAM Buk," ujarnya.

Sekitar 50 baterai S-300 dan Buk, saat ini menjadi pertahanan udara utama Ukraina sejak 24 Februari 2022, hari ketika Rusia memperluas perangnya di Ukraina.

"Dalam 17 bulan pertempuran sengit, Ukraina telah kehilangan sekitar 60 peluncur S-300 dan 15 atau lebih peluncur Buk karena rudal dan artileri Rusia," tambahnya.

Tapi masalah peluncur rudal bukanlah ancaman terbesar bagi sistem pertahanan udara Ukraina. Krisis sebenarnya muncul karena angkatan udara Ukraina harus menembakkan lusinan rudal setiap hari untuk menahan pesawat tempur, drone, dan rudal balistik dan jelajah Rusia.

Industri Ukraina tidak memproduksi rudal untuk baterai S-300 dan Buk. Dan tidak banyak rudal ini di inventaris sekutu asing Kyiv. Karena alasan itulah negara-negara NATO telah menjanjikan kepada Ukraina semua sistem SAM yang dapat mereka simpan: IRIS-T, Crotales, NASAMS, Patriot, dan lainnya, seluruhnya hampir berjumlah 20 baterai, .
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top