Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Proteksionisme ala Donald Trump Buat RI Kebanjiran Produk Tekstil asal Tiongkok

📅 Kamis, 19 Des 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Proteksionisme ala Donald Trump Buat RI Kebanjiran Produk Tekstil asal Tiongkok Doc: antara
Ket. Waspadai Serbuan Impor TPT Tiongkok

YOGYAKARTA – Pemerintah perlu melindungi pasar tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri dari potensi tingginya impor dari Tiongkok. Sebab, Tiongkok bakal mengalihkan pasar ekspor TPT ke Indonesia seiring kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang akan menaikkan tarif impor bagi beberapa negara, termasuk produk dari Negeri Panda.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal, memperkirakan dampak kebijakan Trump selain kehilangan pasar ekspor produk tekstil AS, Indonesia juga bakal kebanjiran produk impor dari Tiongkok. Pengetatan pasar oleh Trump membuat produk tekstil asal Tiongkok mencari pasar alternatif. Indonesia tentu menjadi tujuan ekspor yang tepat mengingat ceruk pasar yang besar.

“Apalagi kondisi sekarang sudah oversupply, dia harus salurkan itu. Kalau tidak Amerika, dia cari negara lain yang punya pasarnya besar dan selanjutnya salah satunya adalah Indonesia,” ucap Faisal dalam gelaran Outlook Sektor Industri Kimia Farmasi Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian 2025 di Yogyakarta, Selasa (17/12).

Terlebih lagi, kata Faisal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok merupakan salah satu negara yang banyak mengekspor barang ke Indonesia. "Khusus tekstil dan produk tekstil, dari pertumbuhan impornya juga 12,5 persen impor kita dari Tiongkok. Padahal ekspor kita ke Tiongkok minus 2,8 persen,” sebutnya.

Adapun Trump, paparnya, akan fokus pada upaya mendorong industri lokal AS. Caranya dengan instrumen fiskal dan menaikkan tarif impor 10 persen dan khusus Tiongkok dikenakan bea masuk 60 persen.

Trump juga akan menerapkan tarif impor yang lebih tinggi untuk negara selain Tiongkok, Meksiko, dan Kanada misalnya. Kebijakan Trump ini akan mulai terasa dampaknya pada paruh II 2025. Selain itu, dampak dari kebijakan Trump ini juga akan membuat Indonesia pada permasalahan keuangan, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah.

“Itu yang perlu diantisipasi sampai juga ke moneter, dalam kondisi di mana arus modal naik masuk ke Amerika karena kebijakan Trump, maka ada potensi nanti kelemahan dan sisi nilai tukar juga, kalau BI tidak intervensi lebih kuat,” jelas Faisal.

Pelemahan nilai tukar rupiah akan menimbulkan multiplier effect pada industri-industri yang masih memiliki ketergantungan terhadap bahan baku dan bahan baku penolong impor. Sebab, akan ada peningkatan ongkos produksi.

Pacu Manufaktur

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal IKFT Kemenperin, Reni Yanita, menuturkan pihaknya fokus memacu sektor industri manufaktur, termasuk sektor IKFT, untuk tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional. “Industri manufaktur masih menjadi sektor yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan mampu menjadi mesin penggerak utama (prime mover) perekonomian nasional,” tuturnya.

Di sektor IKFT, tegas Reni, Kemenperin terus berkomitmen dan konsisten menjalankan langkah-langkah strategis, antara lain pengendalian terhadap impor produk jadi, peningkatan ekspor, menjaga ketersediaan bahan baku dan energi industri dalam negeri, serta meningkatkan utilisasi industri dalam negeri.

Selain itu, diperlukan kebijakan yang pro-industri untuk mendukung tercapainya target dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahap I tahun 2025–2029. “Salah satu langkah yang diusulkan, misalnya, terkait perluasan implementasi harga gas bumi tertentu (HGBT) yang berperan penting untuk penguatan industri dalam negeri,” ujar Reni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

48 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.