Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Makan Bergizi Gratis Harus Berdayakan Pelaku UMKM

📅 Selasa, 03 Des 2024, 18:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Makan Bergizi Gratis Harus Berdayakan Pelaku UMKM Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat memimpin Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (3/2/2024).

Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha lokal di sekitar sekolah, UMKM, hingga koperasi.

"MBG ini harus betul-betul punya dampak ekonomi bagi masyarakat desa, bagi UMKM, bagi koperasi, bagi pelaku ekonomi di sekitar sekolah," ujarnya sesuai menggelar Rapat Tingkat Menteri di Kemenko PMK di Jakarta, Selasa.

Muhaimin menjelaskan bahwa selain memberikan manfaat dalam bentuk pemenuhan makanan bergizi bagi siswa, program MBG juga harus mendukung pemberdayaan ekonomi di tingkat desa dan komunitas lokal.

Program MBG ini, kata dia, mesti menjadi ekosistem penggerak perekonomian masyarakat. Dengan demikian, para siswa akan terpenuhi dari sisi gizi, sementara di sisi lain masyarakat sekitar juga akan berdaya lewat pertumbuhan ekonomi.

"Kami akan terus bersinergi agar pelaksanaan MBG ini tidak hanya memberi makan bergizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Penyelenggaraan MBG, menurut Muhaimin, harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekonomi lokal, agar pelaku usaha dapat merasakan manfaat dari program ini dalam jangka panjang.

Dengan melibatkan UMKM dan koperasi, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru serta mendorong perekonomian desa dan wilayah setempat.

"Sehingga program ini tidak hanya memberi makan bergizi, tapi justru makan bergizi tersedia dan berdampak ekonomi pada masyarakat," kata dia.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menargetkan sebanyak 82,9 juta orang menjadi penerima program MBG yang dihimpun dari berbagai sumber resmi dan akan diverifikasi di lapangan.

"Pertama, basis utamanya dari sekolah, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Dadan.

Ia menyebutkan kelompok sasaran utama program ini meliputi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

37 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.