Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Prajurit Brigif 2 Marinir Lakukan Serangan Senyap dan Cepat ke Rumah Persembunyian Musuh

Foto : Istimewa

Prajurit Brigif 2 menyerbu rumah persembunyian kelompok separatis dalam skenario Latihan Satuan Dasar (LSD) II TW. II tahun 2021 yang digelar di Puslatpur Marinir 4 Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur.

A   A   A   Pengaturan Font

MALANG- Setelah sempat dihadang kelompok separatis, prajurit Brigif 2 melakukan pengejaran dan patroli penyelidikan. Sampai kemudian menemukan sebuah rumah yang diduga itu adalah tempat persembunyian kelompok separatis yang melarikan diri.

Dengan senyap dan cepat, para prajuritBrigif 2 Marinir mengepung rumah tersebut. Lalu, melakukan penyergapan.

"Setelah dipastikan rumah tersebut sebagai tempat persembunyian, dengan cepat dan senyap prajurit Brigif 2 Marinir melaksanakan pengepungan dan penggeledahan rumah (Pungdahmah) yang dijadikan tempat persembunyian sisa musuh dan berhasil menangkap serta mengamankan dokumen penting tentang musuh," kata Dispen Kormar dalam keterangannya yang diterima Koran Jakarta, Jumat (11/6).

Pengepungan rumah kelompok separatis itu, menurut Dispen Kormar, adalah bagian dari skenario Latihan Satuan Dasar (LSD) II TW. II tahun 2021 yang digelar di Pusat Latihan tempur (Puslatpur) Marinir 4 Purboyo, Malang Selatan Jawa Timur pada Rabu (9/6) malam.

Letkol Mar Widarta Kusuma selaku Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) mengatakan, Pungdahmah merupakan serangan malam yang dilaksanakan oleh prajurit infanteri secara senyap, cepat dan rahasia. Serangan ini untuk menyelesaikan sasaran yang dilaksanakan pada malam hari demi kerahasian serangan terhadap musuh.

Ia pun meminta para prajurit Brigif 2 Marinir untuk selalu melaksanakan latihan penuh semangat dan militan. Tapi ia juga mengingatkan agar tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan personel dan material demi kelancaran latihan.



(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top