Pihak Berwenang Suriah Lancarkan Operasi di Basis Assad
📅 Jumat, 27 Des 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Sameer Al-DOUMY
DAMASKUS - Pemerintah baru Suriah pada Kamis (26/12) melancarkan operasi di wilayah kekuasaan presiden terguling Bashar al-Assad dan pihak pemantau perang mengatakan bahwa tiga pria bersenjata yang berafiliasi dengan pemerintah sebelumnya tewas dalam operasi tersebut.
Assad melarikan diri dari Suriah setelah serangan yang dipimpin kaum Islamis merebut kota demi kota dari kendalinya hingga akhirnya Damaskus jatuh pada 8 Desember lalu dan mengakhiri kekuasaan klannya selama lima dekade dan perang saudara selama lebih dari 13 tahun.
Para pemimpin baru Suriah dari kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) saat ini menghadapi tugas monumental untuk menjaga negara multisektarian dan multietnis itu dari kehancuran lebih lanjut.
Walau berakar pada cabang Al-Qaeda di Suriah, kelompok HTS telah memoderasi retorikanya dan berjanji untuk memastikan perlindungan bagi kaum minoritas, termasuk komunitas Alawi yang memiliki kedekatan dengan klan Assad.
Dengan 500.000 orang tewas dalam perang dan lebih dari 100.000 orang hilang, otoritas baru juga telah menjanjikan keadilan bagi para korban pelanggaran di bawah penguasa yang digulingkan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pasukan keamanan melancarkan operasi terhadap milisi pro-Assad di provinsi barat Tartus, dan berhasil ‘menetralisir’ sejumlah pria bersenjata,” lapor kantor berita SANA, Kamis.
Menurut pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), tiga pria bersenjata yang terkait dengan pemerintahan Assad tewas dalam operasi tersebut.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah 14 personel keamanan otoritas baru dan tiga pria bersenjata tewas dalam bentrokan di provinsi yang sama ketika pasukan mencoba menangkap seorang perwira era Assad, menurut SOHR.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemantau yang berkantor pusat di Inggris mengatakan bahwa orang-orang yang tewas tersebut diantaranya adalah Mohammed Kanjo Hassan yang menjabat sebagai direktur departemen peradilan militer dan kepala pengadilan lapangan di kompleks penjara Saydnaya yang terkenal kejam.
Kompleks penjara Saydnaya, tempat terjadinya eksekusi di luar hukum, penyiksaan dan penghilangan paksa, merupakan lambang kekejaman yang dilakukan terhadap lawan-lawan Assad. Dikatakan oleh SOHR bahwa Hassan telah menjatuhkan hukuman mati dan penghakiman sewenang-wenang terhadap ribuan tahanan. Selama serangan yang menyebabkan tergulingnya Assad, pemberontak membuka paksa pintu-pintu penjara dan pusat penahanan di seluruh negeri, membebaskan ribuan orang.
Negara-negara adikuasa dan organisasi internasional telah menyerukan pembentukan mekanisme akuntabilitas yang mendesak terkait penahanan ribuan warga Suriah ini.
Balas Dendam
Sementara itu sebagian anggota masyarakat Alawi khawatir bahwa dengan Assad pergi, mereka mungkin berisiko menghadapi serangan dari kelompok yang haus balas dendam atau didorong oleh kebencian sektarian.
Pada Rabu, protes kemarahan meletus di beberapa daerah di seluruh Suriah, termasuk kampung halaman Assad di Qardaha, atas sebuah video yang menunjukkan serangan terhadap tempat suci Alawi yang beredar daring.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!