Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertanian sebagai Penentu Masa Depan Bangsa

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertanian sebagai Penentu Masa Depan Bangsa Doc: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Ket. Aditya Hera Nurmoko Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta- Sektor pertanian juga menjadi salah satu penyokong utama ekonomi Indonesia dengan memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

JAKARTA - Presiden RI terpilih yang juga Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, menyebut bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat penting sebagai penentu dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan bangsa.

Dia juga memiliki perhatian khusus pada sektor pertanian yang merupakan sektor dasar bagi ketahanan rakyat. Sebab itu, dia ingin negara memperkuat produktivitas melalui teknologi mekanisasi, keterlibatan anak muda, hingga hilirisasi industri.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, yang diminta pendapatnya, mengaku sepakat dengan pernyataan itu. Sebab, Indonesia dengan luas lahan daratan dan lautan serta jumlah penduduk 270 juta jiwa menuntut sektor pertanian dan perikanan bukan hanya menyediakan pangan, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi nasional di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian.

"Pertanian memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi. Selain itu, sektor pertanian juga menjadi salah satu penyokong utama ekonomi Indonesia dengan memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja," kata Aditya.

Pertanian, jelasnya, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di Indonesia. Di banyak daerah, pertanian masih menjadi sumber mata pencarian utama bagi masyarakat. Dengan demikian, peningkatan produktivitas dan efisiensi di sektor ini dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

Jika pertanian Indonesia maju dan bisa mensubstitusi impor, maka akan memberi kontribusi signifikan terhadap pengurangan pemborosan devisa karena impor. Di masa lalu bahkan Indonesia bisa mengekspor produk-produk pertanian yang sayangnya gagal dipertahankan karena kegagalan mengembangkan teknologi di hilir.

"Komoditas seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, dan rempah-rempah adalah beberapa contoh produk pertanian yang diekspor dan memberikan pemasukan devisa yang besar bagi negara sampai saat ini. Tapi, hilirisasi tetap masih jadi pekerjaan rumah," katanya.

Pertanian, tambahnya, juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang stabil, sektor ini membantu menghindari inflasi yang tinggi dan menjaga daya beli masyarakat.

"Ketahanan pangan yang kuat juga berarti negara lebih siap menghadapi krisis pangan global yang mungkin terjadi," katanya.

Ada yang Salah

Peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan harusnya produktivitas padi bisa meningkat lebih baik dengan kehadiran Wakil Menteri karena fokus pekerjaan akan dibebankan kepada dua orang.

"Kalau masih impor saja, berarti memang ada yang salah, bukan hanya dari Kementerian, tapi dari pucuk pimpinannya," ungkap Huda.

Sebenarnya, kata Huda, Wakil Menteri Pertanian memang sudah ada untuk saat ini, jadi memang ini permintaan Prabowo yang menginginkan Wamen Pertanian, bahkan dari sekarang.

Prabowo, katanya, memang sering kali mengutarakan fokus pembangunan dari sektor pertanian. Program Food Estate hingga pangan jadi andalannya, terutama untuk memenuhi permintaan program makan bergizi gratis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.