Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kalsel Programkan 8.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kalsel Programkan 8.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-MC Kalsel
Ket. Dinkes Kalsel saat melakukan sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program 8.000 KHP di Banjarmasin, Senin (18/3/2024).

Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memprogram 8.000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk mencegah kasus stunting, yakni dengan pemenuhan kesehatan dan gizi remaja putri sebagai calon ibu di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani di Banjarmasin, Senin, bahwa gizi dan kesehatan remaja putri sebagai calon ibu di masa depan memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan stunting.

"Oleh karena itu, diperlukan perluasan intervensi hingga 8.000 HPK, dengan perhatian khusus pada kelompok 7.000 HPK selanjutnya. Apalagi program 8.000 HPK difokuskan pada pemenuhan layanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan kelompok usia reproduksi," ujarnya.

Dijelaskan Nurul, melalui program 8.000 HPK, remaja putri dan kelompok usia reproduksi perempuan sebagai calon ibu harus didorong untuk memperhatikan gizi dan kesehatannya secara serius.

Menurut dia, langkah ini sangat penting untuk menghindari kelahiran anak dengan stunting di masa depan.

Karena, ungkap dia, berdasarkan hasil surveilans gizi melalui SIGIZITERPADU di Provinsi Kalsel menunjukkan bahwa cakupan remaja putri yang mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah sebesar 55,91 persen dan remaja putri yang terindikasi anemia masih tinggi, yaitu sebesar 34,25 persen.

"Pentingnya pencegahan stunting juga menjadi fokus kerjasama antara semua pemangku kepentingan dalam menangani masalah gizi di Indonesia," ungkapnya.

Nurul berharap, melalui perluasan intervensi hingga 8.000 HPK, kiranya seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan stunting dapat lebih efektif dan efisien dalam menangani permasalahan stunting sehingga target nasional penurunan stunting 14 persen dapat terwujud pada tahun 2024.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kalsel Ardiansyah menyampaikan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi pada pelaksanaan surveilans gizi dan melakukan sosialisasi 8.000 HPK ke masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sebagaimana diketahui, Prevalensi stunting nasional berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 mencapai angka 21,6 persen, dengan Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu sebanyak 5,4 persen dari 30 persen pada tahun 2021 menjadi 24,6 persen pada tahun 2022.

"Kita masih tunggu data SSGI untuk tahun 2023, moga dengan upaya yang maksimal dilakukan makin turun lagi di atas 5 persen," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.