Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Kembalikan Pertanian sebagai Program Strategis

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Kembalikan Pertanian sebagai Program Strategis Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pemerintah dinilai lalai melakukan mitigasi pada faktor-faktor yang menyebabkan terganggunya produktivitas pangan yang pada akhirnya memicu kenaikan harga (inflasi).

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Ahmad Muslim, mengatakan kelangkaan beras akhir-akhir ini akibat dari kurangnya mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Dampak El Nino, erupsi gunung berapi, banjir, limbah, dan perubahan suhu tidak disikapi dengan baik sehingga menyebabkan kegagalan panen.

"Belum lagi perubahan suhu yang menyebabkan wabah penyakit pada komoditas-komoditas tertentu. Kalau kita memitigasi, kita bisa mengantisipasi sebelum wabah penyakit itu muncul," kata Muslim.

Salah satu mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah yakni dengan melakukan berbagai inovasi, misalnya menciptakan bibit unggul yang tahan terhadap cuaca dan wabah. Inovasi itu penting karena mayoritas petani dan peternak di Indonesia masih menggunakan cara-cara tradisional.

Selain mitigasi, Muslim juga mengungkapkan pentingnya pemerintah Indonesia memperluas lahan tanam padi. Sebab, lahan tanam yang ada saat ini tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. "Produksi utama beras kita masih rendah. Luas lahan tanam kita di angka 10,2 juta hektare. Padahal, idealnya luas lahan padi itu 500 meter persegi per kapita. Artinya, kita butuh sekitar 14 juta hektare, baru kita bisa memenuhi swasembada pangan," jelas Muslim.

Selain strategi jangka pendek, pemerintah perlu mengambil strategi jangka panjang, misalnya mengembalikan pertanian menjadi program strategis pemerintah.

"Kalau kita lihat, Kementerian Pertanian tidak termasuk ke dalam 10 kementerian dengan anggaran besar. Padahal, kita butuh program-program strategis berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan," paparnya.

Waspada Jelang Ramadan

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rakor Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri, di Jakarta, Senin (4/3), mengatakan inflasi komoditas pangan, khususnya beras, perlu diwaspadai menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Secara umum, pada momen Ramadan selalu ditunjukkan data historis di mana selalu terjadi inflasi," kata Amalia.

Beberapa tahun sebelumnya, beras bukan sebagai komoditas penyumbang inflasi terbesar jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. Namun dalam tiga tahun terakhir, yang memberikan andil inflasi terbesar menjelang bulan Ramadan yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi.

"Bulan ini, beras menjadi salah satu komoditas yang mempunyai andil terbesar dalam inflasi bulanan. Inflasi bulan Februari sebesar 0,37 persen (month to month/mtm), dengan inflasi harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 1,53 persen, memberikan andil lebih tinggi yakni 0,25 persen dibanding komponen lainnya yaitu inflasi inti 0,09 persen dan inflasi harga diatur pemerintah 0,03 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.