Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Bayangan Berkampanye Melalui Radio Gelap

📅 Sabtu, 21 Agu 2021, 06:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Bayangan Berkampanye Melalui Radio Gelap Doc: AFP
Ket. Protes Kudeta l Sejumlah demonstran turun ke jalan di Kota Yangon sambil mengacungkan salam 3 jari dalam aksi protes menentang kudeta oleh militer beberapa hari lalu. Agar bisa menggalang dukungan bagi perlawanan para demonstran prodemokrasi ini, pemerintah bayangan Myanmar pada Jumat (20/8) mulai melancarkan kampanye dengan menggunakan radio gelap.

BANGKOK - Pemerintah bayangan Myanmar yang ingin menggulingkan junta pada Jumat (20/8) mulai melancarkan kampanye dengan menggunakan radio gelap untuk mengimbangi pemberitaan yang disebarluaskan oleh media promiliter yang menguasai penyiaran lewat gelombang radio.

"Langkah ini bertujuan untuk menggalang dukungan bagi perlawanan kami melalui siaran berita internasional," demikian pernyataan dari salah satu anggota parlemen yang bergabung dalam pemerintahan bayangan dan kini sedang dalam persembunyian.

Pada peluncuran siaran radio pertama dari pemerintah bayangan yang mengudara selama 30 menit dua kali dalam sehari itu, dilaporkan seputar informasi pembaruan Covid-19, rincian dugaan kekejaman militer, dan membacakan surat-surat dari para pendukung demokrasi.

Turut disiarkan pula laporan aksi pasukan bela diri lokal yang bermunculan di seluruh Myanmar dalam perlawanan mereka terhadap pasukan junta dengan berbekal senapan berburu atau senjata rakitan yang diproduksi di pabrik-pabrik darurat di hutan.

"Kami mengirimkan harapan terbaik kami kepada Anda dan kami sangat bangga dengan Anda," demikian bunyi surat seorang pendengar yang dibacakan melalui radio gelap itu.

Saat mempromosikan peluncuran radio gelap ini di media sosial, pihak pemerintah bayangan Myanmar menyerukan pada para calon pendengar untuk membeli radio dan turut mendengarkan sebagai antisipasi jika penyebaran informasi melalui internet dipadamkan oleh junta.

Reaksi Kudeta

Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer dalam kudeta Februari lalu. Kudeta ini kemudian memicu terjadi aksi protes prodemokrasi besar-besaran yang ditanggapi oleh militer dengan kekerasan berdarah.

Terkait kehadiran pemerintah bayangan Myanmar ini, pihak junta militer telah memasukkan mereka dalam kategori kelompok teroris. Ini berarti siapapun yang melakukan kontak dengan pemerintah bayangan, termasuk awak media, bisa dikenai tuntutan pelanggaran undang-undang kontraterorisme.

Pada Rabu (18/8) lalu, kelompok pemantau lokal menyatakan bahwa pasukan keamanan telah membunuh lebih dari 1.000 warga sipil sejak terjadi kudeta pada Februari lalu.

Sementara itu pemimpin kudeta, Jenderal Min Aung Hlaing, membenarkan perebutan kekuasaan di Myanmar dengan mengklaim terjadinya kecurangan dalam pemilu November lalu yang dimenangkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (National League for Democracy/NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Sejumlah Provinsi di Thaila...
Nasional
Kembangkan PPN Pengambengan...
Nasional
Kemhan Bakal Evaluasi Siste...
Luar Negeri
Website Pemerintah Australi...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.