Paus Fransiskus Menuju Asia Tenggara, Kunjungi Empat Negara Ini
📅 Jumat, 30 Agu 2024, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP
VATICAN CITY - Paus Fransiskus pada hari Senin (2/9) memulai perjalanan 12 hari ke Asia Tenggara, sebuah perjalanan terpanjang dan terjauh selama masa kepausannya.
Paus akan terbang semalaman dan tiba pada hari Selasa (3/9) di Jakarta, ibu kota Indonesia, sebelum menuju ke Papua Nugini, Timor Timur, dan Singapura.
Paus akan menempuh perjalanan sejauh sekitar 32.000 kilometer (hampir 20.000 mil) dengan perbedaan waktu hingga delapan jam. Perjalanan yang akan menguji kesehatan pria berusia 87 tahun yang semakin rapuh itu.
Namun, Paus Fransiskus -- yang menganggap penyebaran iman sebagai prioritas -- juga akan menyampaikan 16 pidato dan mengadakan beberapa misa akbar saat ia berupaya menggalang komunitas Katolik yang sedang berkembang di wilayah tersebut.
Perjalanan ke luar negerinya yang ke-45 itu awalnya direncanakan pada tahun 2020 tetapi ditunda karena pandemi Covid. Selama empat tahun itu, kesehatan Paus Fransiskus menurun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pria Argentina ini saat ini rutin menggunakan kursi roda untuk bergerak, menjalani operasi hernia tahun lalu dan terganggu oleh masalah pernapasan.
Dia belum bepergian ke luar negeri sejak mengunjungi Marseille di Prancis pada September 2023, setelah membatalkan pidato yang direncanakan pada pembicaraan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Dubai dua bulan kemudian.
Namun dalam beberapa minggu terakhir Paus tampak bersemangat, dan sebuah sumber Vatikan mengatakan selain dokter dan perawat yang selalu bepergian bersamanya, tidak ada pengaturan medis khusus yang direncanakan untuk perjalanan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ciptakan Persekutuan
Keempat negara yang dikunjungi itu sangat berbeda, tetapi Paus akan berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan masing-masing komunitas Katolik dan pemerintah mereka, kata pengamat.
Tujuannya adalah untuk "memperkuat kedaulatan Paus dan peran Tahta Suci dengan umat Katolik setempat, untuk menciptakan persekutuan", kata Michel Chambon, seorang teolog dan antropolog di Universitas Nasional Singapura.
"Jika Takhta Suci ingin menunjukkan universalitasnya, ia harus bergaul dengan tradisi Asia yang semakin memainkan peran utama dalam tatanan internasional," katanya kepada AFP.
Paus Fransiskus juga diperkirakan akan membahas beberapa isu utama yang telah menandai 11 tahun kepemimpinannya sebagai kepala Gereja Katolik, terutama dialog antaragama, migrasi, dan lingkungan hidup.
Dialog Keagamaan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!