Paus Fransiskus Dirawat di RS Setelah Alami Infeksi Pernapasan
📅 Kamis, 30 Mar 2023, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/Vatican Media via REUTERS
VATIKAN - Paus Fransiskus mengalami infeksi pernapasan dan harus dirawat di rumah sakit untuk, kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (29/3t).
Pernyataan itu mengatakan Paus Fransiskus (86) dibawa ke RS Gemelli Roma setelah mengeluh kesulitan bernapas selama beberapa hari terakhir.Tes menunjukkan dia mengalami infeksi tetapi tidak memiliki Covid-19.
"Paus Fransiskus tersentuh dengan banyaknya pesan yang diterima dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kedekatan dan doanya," kata Vatikan.
Paus Fransis kadang-kadang mengalami sesak napas dan rentan terhadap masalah pernapasan, salah satu paru-parunya diangkat pada awal usia 20-an ketika berlatih menjadi pendeta di negara asalnya Argentina.
Terakhir ia dirawat inap menjelang kebaktian Minggu Palem pada 2 April yang menandai dimulainya minggu sibuk menjelang Minggu Paskah pada 9 April. Kondisinya sempat menimbulkan keraguan apakah Paus dapat memimpin mereka seperti biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesehatan Paus Francis semakin menarik perhatian dalam dua tahun terakhir. Dia menjalani operasi usus besar dan mulai menggunakan kursi roda atau tongkat karena sakit kronis di salah satu lututnya.
Vatikan awalnya mengatakan Paus dibawa ke rumah sakit pada hari Rabu untuk jadwal pemeriksaan.Tetapi media Italia melaporkan, dia dibawa dengan ambulans setelah membatalkan wawancara televisi pada menit terakhir.
Saat menghadiri audiensi umum mingguannya di Lapangan Santo Petrus pada pagi hari, Paus Fransis masih tampak sehat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi Kesehatan
Pemimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik Roma di dunia menderita divertikulitis, suatu kondisi yang dapat menginfeksi usus besar. Dia dioperasi di RS Gemelli pada 2021 untuk mengangkat sebagian usus besarnya.
Pada Januari, kondisinya kembali baik dan berat badannya bertambah, tetapi dia tidak terlalu khawatir.
Paus Fransis mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara tahun lalu, dia memilih untuk tidak menjalani operasi pada lututnya yang bermasalah karena tidak ingin mengulangi efek samping negatif jangka panjang dari anestesi yang dideritanya setelah operasi 2021.
Juli lalu, sekembalinya dari perjalanan ke Kanada, Fransis mengakui usianya yang semakin lanjut dan kesulitan berjalannya mungkin mengantarkan fase kepausannya yang baru dan lebih lambat.
Namun sejak itu dia telah mengunjungi Kazakhstan dan Bahrain dan melakukan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!