Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Cagub Diminta Memahami Konsep Aglomerasi

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Cagub Diminta Memahami Konsep Aglomerasi Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam acara Peluncuran Buku Pertama dalam Seri Delapan Buku Berjudul “Jakarta’s Path to Top 20 Global City, Book 1: Jakarta’s Profile for Global Competitiveness“ di Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

JAKARTA - Para calon gubernur diharapkan memahami konsep aglomerai agar bila menang dalam Pilkada Jakarta mampu membawa kota ini kea rah yang benar. Pengingatan ini disampaikan Penjabat Gubernur Provinsi Jakarta, Heru Budi Hartono, Selasa (8/10).

"Jika gubernur baru memahami konsepnya, algomerasi mudah-mudahan bisa jalan. Saya tidak ingin Jakarta salah arah," tandas Heru. Dia menuturkan, bantuan untuk masyarakat tak harus seluruhnya gratis. Heru menjelaskan, Pemprov sudah memberikan subsidi transportasi dan sebagainya.

Menurutnya, kebijakan bantuan harus diberikan ke arah yang tepat sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari. "Sebaiknya kita berikan warga agar bisa mandiri dalam kehidupan ke depan," tandas Heru.

Dalam proses transformasi, Heru menilai, Jakarta dapat belajar dari kota global lainnya seperti Osaka. Osaka mampu mengeksplorasi identitas budaya lokal dengan memperkuat kapasitas riset akademis. Selain itu, ada Melbourne dengan menciptakan kota cerdas.

Kendati demikian, Heru berharap Jakarta tidak dibandingkan dengan kota-kota lain di luar Indonesia yang tidak sepadan dengan luasnya, kepadatan penduduknya, dan karakteristiknya. Dia member contoh, jangan disandingkan dengan Singapura. Singapura hanya berapa penduduknya? Penduduk Jakarta 10 sampai 11 juta. Kepadatan penduduknya 1 kilometer 17.000. Dia berharap kalau membandingkan harus apple to apple.

?Heru berpesan agar para pejabat Jakarta, termasuk eselon 2 dan 3, bahkan camat dan lurah tetap bisa mengembangkan wawasan demi membangun kota Jakarta.

Membangun infrastruktur tidak bisa setahun-dua tahun. Jadi waktu yang pendek untuk membenahi Jakarta, perlu kerja keras.

Kalau Jakarta berbenah menuju top 20 kota global, maka turunannya banyak. Ekonominya harus jalan. UMKM-nya bergerak. Masyarakat bisa tinggal dengan baik.

Jabodetabek

Dia juga mengingatkan pentingnya kerja sama pemerintah daerah kawasan Jabodetabek untuk mengatasi permasalahan transportasi, banjir, kesehatan hingga polusi Jakarta, sebagai sesama aglomerasi.

Heru juga menekankan bahwa Jakarta tak bisa sendirian dalam menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Karena itu, Jakarta perlu bekerja sama dan mendapat dukungan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

"Jadi harus bersama-sama. Kadang-kadang saya agak berpikir sendiri menyelesaikan polusi," ungkapnya. Dia mengeluh, mengapa Jakarta saja yang terus didesak, misalnya, agar Transjakarta beralih ke nonfosil dari listrik. Itu presentasinya kecil sekali untuk mengatasi polusi. Harusnya bisa seluruhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.