Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Pakar UGM Sebut Kesehatan Hewan Kurban Dapat Dikenali dari Penampilan Fisik

Foto : Antara/Azmi Samsul Maarif

Ilustrasi - Sejumlah hewan sapi disiapkan para perternak untuk dijadikan hewan kurban.

A   A   A   Pengaturan Font

Yogyakarta - Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Panjono mengatakan masyarakat dapat memastikan kesehatan hewan kurban, khususnya sapi dengan mengenali penampilan fisik maupun tingkah lakunya.

"Penampilan fisik sapi kurban yang sehat antara lain, moncongnya segar, bersih, tidak berbuih, tidak berbau, dan tidak terlihat adanya luka," kata Panjono dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis.

Panjono menjelaskan, hewan kurban khususnya sapi yang sehat juga dapat dikenali pada tracak kaki yang menyerupai tempurung kelapa tertelungkup.

Selain itu, mata sapi tampak bersih, bersinar, tidak merah, tidak ada kotoran, pantat maupun anus juga bersih, serta tidak ada tanda-tanda mencret. "Kalau sapi mencret jelas itu tanda-tanda sakit," ujar dia.

Sementara itu, lanjut Panjono, dari tingkah laku, sapi yang sehat akan terlihat cukup aktif dan tidak lesu.

"Nafsu makannya bagus dan menunjukkan aktivitas memamah biak," kata dia.

Dia mengimbau, masyarakat jeli dan tidak sembarangan dalam memilih hewan kurban sebab syarat utama hewan kurban adalah sehat dan tidak cacat.

Panjono juga mengingatkan masyarakat atau panitia kurban bisa merawat dengan baik sapi kurban yang telah dibeli jauh hari.

Menurut dia, masyarakat bisa menitipkan kepada peternak sapi setelah dibeli dari pasar atau pedagang hewan kurban.

"Jangan sampai setelah dibeli dan dipelihara sapi justru menurun kondisi tubuhnya atau bahkan jatuh sakit," ujar dia.

Panjono meminta masyarakat tetap mewaspadai munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) pada sapi kendati saat ini kasusnya relatif mereda.

"Keduanya merupakan dua jenis penyakit yang masih menjadi wabah," ucap dia.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top