Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Sebut Pemanasan Global Tingkatkan Potensi Terjadi Badai Intens

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Sebut Pemanasan Global Tingkatkan Potensi Terjadi Badai Intens Doc: ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo

BARCELONA - Pemanasan global dapat meningkatkan potensi terjadinya badai yang "sangat intens dan berbahaya" seperti badai yang baru-baru ini melanda Spanyol bagian timur dan tenggara, demikian seorang ahli iklim Spanyol memperingatkan pada Senin (4/11).

"Fenomena ini selalu ada, tetapi dengan adanya pemanasan global, peningkatan kuantitas uap air yang mengalami evaporasi dari Mediterania dapat menyebabkan peristiwa-peristiwa yang sangat intens dan berbahaya di masa mendatang," ujar Javier Martin-Vide, seorang ahli iklim sekaligus profesor geografi fisik di Universitas Barcelona.

Banjir dahsyat baru-baru ini di daerah Valencia, Castilla-La Mancha, dan Andalusia, yang dipicu oleh fenomena badai yang dikenal sebagai Depresi Terisolasi pada Level Tinggi (DANA) telah merenggut nyawa lebih dari 200 orang, dengan ratusan lainnya masih berstatus hilang.

"Badai-badai DANA tidak seperti topan atau hurikan, yang memiliki lintasan yang dapat diprediksi," papar Martin-Vide, seraya menyatakan bahwa badai DANA memiliki tingkat ketidakpastian atau ketidakteraturan terkait di mana badai itu akan menerjang dengan intensitas maksimum.

Badai-badai ini terjadi saat perenggan dingin (cold front) melintasi perairan Mediterania yang hangat, menyebabkan udara yang lebih panas naik dengan cepat dan membentuk awan yang pekat dan persisten. Profesor tersebut memperingatkan bahwa pemanasan global dapat mengintensifkan proses ini, seolah-olah sistem iklim itu memiliki lebih banyak energi.

Dia menambahkan bahwa sangat penting untuk beradaptasi dengan realitas iklim baru ini, seraya menekankan perlunya menyesuaikan diri dengan frekuensi dan intensitas yang lebih tinggi terkait peristiwa cuaca ekstrem tersebut untuk melindungi nyawa.

Martin-Vide mengatakan tingginya korban jiwa dan kerusakan yang meluas itu sebagian disebabkan oleh kurangnya kesiapan penduduk dan otoritas lokal untuk menangani cuaca ekstrem.

"Kita perlu mengurangi kerentanan penduduk dengan memberikan edukasi kepada warga tentang cara merespons fenomena tersebut, dan kita juga membutuhkan perencanaan wilayah yang matang, yang merupakan cara yang paling efisien dan hemat biaya untuk memangkas kerugian ekonomi dan korban jiwa," demikian ahli iklim itu menyarankan.

Yang terpenting, dia menekankan perlunya mempertimbangkan geografi lokal secara cermat dalam perencanaan permukiman dan aktivitas manusia, memastikan kesesuaian dengan perilaku atmosfer atau pola hidrologi di suatu area. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.