Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Semangat Perjuangan

Nasionalisme Generasi Muda Jangan Terkikis

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA - Generasi muda jangan sampai terkikis rasa nasionalismenya, termasuk budaya Indonesia yang saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh kaum muda. Sekarang, di berbagai wilayah di Tanah Air, banyak kaum muda yang justru lebih menggemari budaya asing.

"Generasi muda Indonesia harus mampu menjadi role model, baik di lingkungannya maupun di masyarakat luas guna mewujudkan gerakan nasional bela negara," kata Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Laksma TNI M Faisal, di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949, Yogyakarta, Kamis (1/3).

Direktur Bela Negara hadir sebagai pembina upacara peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Peringatan ini sangat penting karena pada hari itulah Indonesia membuktikan kepada dunia internasional bahwa kemerdekaan yang direbut pada 17 Agustus 1945 tak akan pernah dibiarkan diambil lagi oleh para penjajah.

Upacara Peringatan Serangan Umum 1 Maret tersebut juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Lantamal V, Letkol Laut Arya Delano, dan para veteran pejuang kemerdekaan.

Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta dengan berkalungkan janur kuning juga menggelar upacara di Monumen SO 1 Maret di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta kemarin.

Peringatan dilakukan dengan ziarah ke Makam Pahlawan Kusumanegara dan digelar juga seminar bertema Implementasi Nilai-nilai Patriotisme SO 1 Maret 1949 serta pergelaran musik campursari di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Pada 1-6 Maret 2018 juga digelar pameran dari tujuh museum di Indonesia tentang sejarah serangan umum di Benteng Vredeburg.

Jadi Pelopor

Lebih jauh, Faisal mengatakan kaum muda Indonesia pun mampu berperan sebagai agent of development, yakni pemuda Indonesia bertugas melakukan pembangunan di segala bidang baik fisik maupun nonfisik. Mereka juga bertindak sebagai agent of modernization. Karena itu, para pemuda Indonesia harus bertugas sebagai pelopor dalam pembaruan.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo, berharap heroisme 1 Maret 1949 dan sifat kepahlawanan kala itu dapat diimplementasikan dalam kehidupan sekarang sesuai dengan zaman yang kekinian. Perjuangan dan tantangan yang dihadapi saat ini berbeda sehingga langkah dan cara perjuangan pun juga harus disesuaikan.

YK/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top