Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Momen Hari Bakti TNI AU Bukti Pengabdian Prajurit pada Tanah Air

📅 Sabtu, 29 Jul 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Momen Hari Bakti TNI AU Bukti Pengabdian Prajurit pada Tanah Air Doc: ANTARA/Muhsidin
Ket. Upacara hari Bakti TNI AU ke-76 di Skuadron Udara 27 Biak dipimpin Inspektur Upacara Pangkoopsud III Biak Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, Sabtu (29/7).

BIAK - Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) III Marsekal Muda TNI Donald Kasenda mengatakan, sebagai generasi penerus harus menjadikan momen Hari Bakti TNI AU ini sebagai bukti tanda pengabdian kepada Tanah Air dan Angkasa.

"Pengabdian itu di antaranya melalui berbagai kegiatan sosial yang kita darmabaktikan untuk membantu segenap bangsa Indonesia dan berbagai bentuk kegiatan lainnya yang akan meringankan beban masyarakat yang berada di sekitar kita," kata Pangkoopsud III Marsda TNI Donald Kasenda membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pada upacara Hari Bakti TNI AU ke-76 di Skuadron 27 Biak, Sabtu (29/7).

Kasau juga memotivasi seluruh prajurit TNI AU agar dapat melanjutkan perjuangan dan pengabdian dengan ikhlas dan menjunjung tinggi kehormatan sebagai insan dirgantara.

"Utamanya dalam menyukseskan berbagai agenda prioritas pembangunan nasional ke depan, demi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia yang Adil dan Makmur," ujarnya.

Puncak Hari Bakti TNI AU ke-76 di jajaran Koopsud III Biak dipimpin Inspektur Upacara Pangkoopsud III Marsda TNI Donald Kasenda berlangsung sederhana dan khidmat.

Sedangkan Hari Bhakti TNI AU ke-76 dengan mengangkat tema "Dengan semangat jiwa patriot Hari Bakti 29 Juli 1947, TNI AU bertekad untuk semakin profesional, modern dan tangguh sebagai angkatan udara yang disegani di kawasan"

Hari Bakti TNI AU 29 Juli 1947 dalam rangka mengenang peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CL saat mengangkut bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya pada 29 Juli 1947.

Pesawat yang mengemban misi kemanusiaan ini, ditembak oleh pesawat P-40 Kittyhawk Belanda, sesaat sebelum mendarat di Lapangan Terbang Maguwo (Lanud Adi Sutjipto).

Peristiwa ini mengakibatkan gugurnya tiga putra terbaik bangsa perintis Angkatan Udara, yaitu Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.