Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski Inflasi Melambat, Kenaikan Bunga Acuan BI Masih Dibutuhkan

📅 Senin, 30 Jan 2023, 11:03 WIB | Oleh:
Meski Inflasi Melambat, Kenaikan Bunga Acuan BI Masih Dibutuhkan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Laju inflasi diperkirakan sedikit melambat pada Januari ini dari akhir tahun lalu. Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu mewaspadai lonjakan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras, bawang merah, dan cabai.

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, memperkirakan inflasi akan mencapai 0,42 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada Januari 2023. Inflasi ini menurun dibandingkan inflasi Desember 2022 di tengah momentum Natal dan Tahun Baru yang mencapai 0,66 persen.

"Inflasi pangan ditengarai menjadi penyumbang utama inflasi, di tengah kenaikan harga beras dan beberapa tanaman hortikultura, apalagi harga emas terpantau naik di tengah meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global," katanya dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Komoditas yang diperkirakan mampu menekan inflasi adalah harga BBM akibat penurunan harga pertamax, dan tarif angkutan udara yang cenderung turun. Inflasi tahunan juga turun, kata dia, menunjukkan dampak putaran kedua inflasi global yang terus berkurang secara bertahap, yakni menjadi sebesar 5,36 persen secara tahunan pada Januari 2023 atau turun dari 5,51 persen pada Desember 2022. Dia memperkirakan inflasi kembali ke target BI sekitar 2-4 persen secara tahunan mulai semester II-2023.

Sebelumnya, BI memproyeksikan inflasi hingga pekan IV Januari 2023 akan mencapai 0,39 persen (mtm). Berdasarkan hasil survei pekan IV Januari 2023, komoditas utama penyumbang inflasi Januari 2023 sampai dengan minggu keempat adalah bawang merah dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen (mtm), cabai merah dan beras yang masing-masing berkontribusi 0,05 persen (mtm), serta rokok kretek filter 0,04 persen (mtm).

Selanjutnya, emas perhiasan juga menyumbang inflasi 0,03 persen (mtm), bawang putih 0,02 persen (mtm), serta tahu mentah, kangkung, nasi dengan lauk, rokok kretek, dan tarif air minum PAM masing-masing 0,01 (mtm).

"Ada sejumlah komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yakni bensin dan angkutan udara dengan kontribusi masing-masing 0,06 persen (mtm), telur ayam ras 0,03 persen (mtm), serta daging ayam ras dan tomat dengan andil masing-masing 0,01 persen (mtm)," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Tarik Likuiditas

Kondisi likuiditas dalam negeri kemungkinan tetap kondusif untuk BI mempertahankan sikap pro pertumbuhan meskipun tak agresif seperti sebelumnya. Dengan inflasi yang telah melewati puncak dan Bank Sentral AS yang telah menghentikan siklus kenaikan suku bunga pada tahun ini, Indonesia tidak lagi berada dalam keadaan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara agresif.

Karena itu, Ekonom Senior DBS Group Research, Radhika Rao, memperkirakan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) akan naik satu kali lagi pada Februari 2023 sebelum mencapai puncak menjadi 6 persen. Saat ini, suku bunga acuan BI berada pada tingkat 5,75 persen setelah BI kembali menaikkan 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Januari 2023. BI dijadwalkan menggelar RDG pada 15-16 Februari mendatang.

Meskipun demikian, nilai tukar rupiah yang turun 2,2 persen pada kuartal IV 2022 dan inflasi yang masih di atas target membuat BI memilih mempertahankan pengetatan secara bertahap dan tidak terlalu berarti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.