Menpan RB Sebut Reformasi Birokrasi Tematik Fokus Atasi Kemiskinan hingga Inflasi
📅 Jumat, 03 Mar 2023, 01:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan reformasi birokrasi tematik ditujukan untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan investasi, digitalisasi, belanja produk dalam negeri, hingga pengendalian inflasi.
"Penilaian reformasi birokrasi kami (Kemenpan RB) ubah menjadi reformasi birokrasi tematik. Pertama, jika sebelumnya fokus di hulu atau tata kelola internal birokrasi, sekarang fokus pada penyelesaian problem hilir rakyat, seperti kemiskinan, inflasi, dan sebagainya," ujar Anas dalam Peluncuran Reformasi Birokrasi Tematik di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (2/3).
Berikutnya, lanjut dia, perubahan kedua adalah apabila dulu penilaian reformasi birokrasi mengharuskan instansi pemerintah mengisi 259 komponen pertanyaan dan mengunggah ribuan dokumen, namun saat ini mereka hanya perlu berfokus pada 26 indikator hasil, seperti angka kemiskinan, laju inflasi, dan besarnya belanja APBD untuk produk dalam negeri.
Menurutnya, perubahan-perubahan itu dimunculkan demi menghadirkan reformasi birokrasi (RB) yang lebih berdampak pada rakyat.
"Ketika kita ingin memperoleh dampak, Kemenpan RB harus membuat kebijakan baru, bagaimana 'tools' yang dipakai mendorong birokrasi ini berdampak. Kami tidak boleh lagi (bekerja) dalam tumpukan kertas, mengubah regulasi yang selama ini fokus pada laporan, tapi kini harus lebih ke dampak. Ini yang hari ini kita luncurkan," ujar Anas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan perubahan peta jalan reformasi birokrasi yang dicanangkan Kemenpan RB, di antaranya meliputi penajaman rencana tujuan, pemilihan kegiatan utama yang lebih fokus, memberi dampak, berfokus pada reformasi birokrasi tematik, dan penajaman indikator penilaian reformasi birokrasi
"Inilah reformasi birokrasi tematik yang saat ini kami dorong, yang ke depan kami ingin membumikan reformasi birokrasi tematik. Kinerja penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, belanja produk dalam negeri, manajemen inflasi, harus semakin detail, dan jelas. Hulu ke hilir harus jelas siapa mengerjakan apa," ujar dia.
Di samping itu, tambah Anas, pemerintah daerah harus berani mengambil terobosan. Ia menekankan pengukuran kinerja birokrasi sepatutnya didasarkan pada dampaknya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam acara peluncuran reformasi birokrasi tematik itu, sebanyak 17 pimpinan kementerian dan lembaga menandatangani kesepakatan bersama terkait RB berdampak. Kementerian/lembaga itu di antaranya Kemenpan RB, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Ombudsman RI, BKN, KASN, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, LAN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!