Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Mengagetkan Banyak Sekali Uangnya, Polri Blokir Rekening Rp30 Miliar Terkait Trading Fahrenheit

Foto : ANTARA/Laily Rahmawaty

Kuasa hukum korban Fahrenheit, Oktavianus Setiawan memperlihatkan selebaran acara galla dinner Fahrenheit yang dihadiri sejumlah publik figur, sebagai barang bukti yang dilaporkan ke penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes PolGatot Repli Handoko mengungkapkan bahwa pihaknya telah memblokir rekening terkait kasus penipuan investasi melalui aplikasi robot trading Fahrenheit.

"Penyidik juga blokir rekening terkait senilai sekitar Rp30 miliar," kata Gatot dalam konferensi pers di Ruang Mini Konferensi Pers Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat.

Pemblokiran tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan penggeledahan dua unit rumah, satu unit merupakan rumah yang disewa oleh tersangka HA, dan satu unit lainnya merupakan rumah milik tersangka FN.

Adapun barang bukti yang merupakan hasil dari penggeledahan pada rumah sewa HA adalah buku tabungan atas nama HA dengan sejumlah dokumen.

Hasil penggeledahan dari rumah FN adalah barang bukti berupa buku tabungan atas nama FN, dokumen, perhiasan, jam tangan bermerek Rolex, laptop, dan kamera.

"Setelah penggeledahan, polisi juga melakukan pemasangan police line terhadap lokasi tersebut," ujarGatot.

Gatot juga mengungkapkan bahwa penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menerima pelimpahan laporan dari Polda Metro Jaya sebanyak enam laporan polisi dengan empat tersangka.

Total tersangka dalam kasus ini adalah 10 orang. Penyidik berencana akan mengajukan red notice terhadap lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu HA, FN, WL, DY, dan HD.

"Dikarenakan kelimanya terindikasi berada di luar negeri," kata Gatot.

Sejauh ini, penyidik juga sudah memeriksa saksi korban sebanyak 31 orang dengan total kerugian Rp127,9 miliar, serta telah memeriksa saksi terkait sebanyak 25 orang.

"Langkah selanjutnya adalah melakukan ekspose dengan JPU (jaksa penuntut umum), pemeriksaan saksi ahli, dan apabila berkas sudah lengkap maka akan dikirimkan ke JPU," kata Gatot pula.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top