Memantau Bencana Alam dan Perubahan Lingkungan dengan Data Satelit Gratis
📅 Senin, 27 Mar 2023, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/NASA Landsat/Qiusheng Wu
Qiusheng Wu, University of Tennessee
Apakah kamu ingin memantau perubahan hutan di Amazon ataupun hutan Kalimantan? Atau melihat luasan suatu badai ataupun mencari lokasi korban bencana yang membutuhkan pertolongan?
Kamu bisa menggunakan citra satelit yang terus mengorbit di ketinggian ratusan kilometer di atas permukaan Bumi.
Dulu, akses data ke satelit hanya terbatas bagi peneliti ataupun pekerja profesional yang ahli dalam penginderaan jauh dan pengolahan citra. Namun, kini makin banyaknya data satelit milik pemerintah yang tersedia secara gratis bagi publik seperti Landsat maupun Sentinel.
Ada juga platform komputasi awan gratis seperti Amazon Web Services, Google Earth Engine maupun Microsoft Planetary Computer. Semuanya memungkinkan kita mendapatkan pandangan seputar perubahan lingkungan yang sedang terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya bekerja dengan big data geospasial sebagai pengajar. Artikel ini bisa menjadi panduan singkat seputar di mana kamu bisa mencari gambar satelit. Ada juga tips menggunakan beberapa alat gratis untuk menciptakan animasi selang waktu (time lapse) dari gambar satelit.
Pemerintah, perencana perkotaan, ataupun orang yang sedang mencari rumah baru, dapat melihat pergerakan yang terjadi di sungai, konstruksi yang merambah belantara, ataupun terkikisnya garis pantai.
Para pegiat lingkungan dapat memantau deforestasi, efek perubahan iklim terhadap ekosistem, atau bagaimana aktivitas manusia seperti irigasi membuat susut badan air seperti Laut Aral di Asia Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengelola bencana, kelompok kemanusiaan, ilmuwan, dan siapapun yang tertarik juga bisa memantau bencana alam seperti erupsi gunung berapi serta kebakaran hutan dan lahan.
Menggunakan Landsat dan Sentinel
Ada lebih dari 8 ribu satelit yang mengorbit Bumi hari ini. Kamu bisa melihat peta pergerakannya secara langsung di keeptrack.space.
Sejumlah satelit mengirimkan ataupun menerima sinyal radio untuk keperluan komunikasi. Beberapa lainnya menyediakan sistem pemosisian global (GPS) untuk navigasi. Sementara, di artikel ini kita mengulas satelit observasi yang mengumpulkan gambar-gambar permukaan bumi, siang dan malam.
Landsat: misi satelit permukaan Bumi yang tertua dan telah mengumpulkan citra Bumi sejak 1972. Satelit terbaru dalam misi ini, Landsat 9, diluncurkan oleh NASA pada September 2021.
Secara umum, data satelit Landsat memiliki resolusi spasial sekitar 100 kaki (30 meter). Jika kamu membayangkan piksel sebagai elemen gambar, maka setiap pikselnya berukuran 100x100 kaki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!