Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Pakar OpenAI Meninggal Dunia, Tinggalkan Peringatan tentang ChatGPT

📅 Senin, 23 Des 2024, 17:22 WIB | Oleh:
Mantan Pakar OpenAI Meninggal Dunia, Tinggalkan Peringatan tentang ChatGPT Doc: Balaji Ramamurthy vía AP
Ket. Suvhjir Balaji berpose dalam sebuah foto yang diambil di Hawaii pada 2018.

Suchir Balaji, mantan insinyur OpenAI yang berperan penting dalam pengembangan ChatGPT, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di San Francisco pada 26 November 2024. Pihak berwenang menyatakan bahwa kematiannya diduga akibat bunuh diri, tidak ditemukan indikasi tindak kriminal. Balaji, yang berusia 26 tahun, dikenal sebagai individu cerdas dan bersemangat, dengan minat besar pada kegiatan mendaki.

Dilansir dari VOA Indonesia Balaji memulai kariernya di OpenAI sebagai magang pada musim panas 2018 saat menempuh studi ilmu komputer di University of California, Berkeley. Setelah lulus, ia bergabung penuh waktu dengan OpenAI dan menjadi kontributor utama dalam proyek WebGPT, yang menjadi dasar bagi pengembangan ChatGPT. John Schulman, salah satu pendiri OpenAI, memuji Balaji atas perhatian dan kemampuannya dalam menulis kode yang efisien, menyebut kontribusinya sebagai elemen kunci keberhasilan proyek tersebut.

Selama hampir empat tahun di OpenAI, Balaji terlibat dalam pengorganisasian kumpulan data besar yang digunakan untuk melatih GPT-4, model bahasa generasi keempat OpenAI. Namun, ia mulai mengkhawatirkan potensi pelanggaran hak cipta dalam teknologi yang dikembangkan. Setelah meninggalkan OpenAI pada Agustus 2024, Balaji menjadi whistleblower, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa praktik dalam teknologi tersebut mungkin melanggar hak cipta.

Keluarga Balaji, termasuk orang tuanya Poornima Ramarao dan Balaji Ramamurthy, masih mencari jawaban atas kematian putra mereka. Mereka menggambarkan Balaji sebagai pemuda yang bahagia, cerdas, dan pemberani, yang baru saja kembali dari perjalanan mendaki bersama teman-temannya sebelum kejadian tragis tersebut.

OpenAI menyatakan duka cita mendalam atas kehilangan Balaji, menyebutnya sebagai salah satu kontributor terkuat yang sangat penting dalam pengembangan beberapa produk perusahaan. Mereka menekankan bahwa kontribusi Balaji dalam proyek-proyek seperti WebGPT dan GPT-4 sangat berharga dan meninggalkan dampak yang signifikan dalam bidang kecerdasan buatan.

Kematian Balaji menyoroti tekanan dan tantangan yang dihadapi para profesional di industri teknologi, terutama mereka yang terlibat dalam pengembangan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan. Tragedi ini mengingatkan pentingnya dukungan kesehatan mental bagi individu yang bekerja di lingkungan yang menuntut dan penuh tekanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.