Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Sejarah Pangan

Lembah Indus, Tempat Pertanian Padi Bermula

Foto : Wikimedia
A   A   A   Pengaturan Font

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Universitas Cambridge menemukan bukti adanya padi peliharaan di Asia selatan sejak 430 tahun sebelum 2000 SM. Temuan tim ini, yang diterbitkan dalamJournal of Archaeological Sciencedan jurnalAntiquity, juga menegaskan bahwa para petani di Indus adalah orang-orang paling awal yang menggunakan strategimulti-croppingdi kedua musim.

Mereka menanam tanaman padi,millet, dan kacang-kacangan selama musim panas. Sebaliknya pada musim dingin menanam gandum, jelai dan kacang-kacangan. Praktik menanam tanaman berbeda ini bahkan masih berlangsung sampai sekarang.

"Sifat dan waktu domestikasi padi serta perkembangan budidaya padi di Asia selatan masih banyak diperdebatkan," kata para penulis dari Universitas Cambridge dikutip dariScience News. "Di Asia selatan bagian utara saat ini terdapat kesenjangan yang signifikan antara bukti paling awal mengenai eksploitasi padi liar dan bukti paling awal mengenai pemanfaatan padi hasil budidaya. Peradaban Lembah Indus, juga dikenal sebagai peradaban Harappa, berkembang dan menurun selama periode tersebut, dan terdapat perdebatan mengenai apakah beras diadopsi dan dieksploitasi oleh populasi Indus selama periode tersebut," imbuh para peneliti.

Para peneliti menemukan bukti proses domestikasi yang sepenuhnya terpisah di Asia selatan kuno, kemungkinan besar didasarkan pada spesies liarOryza nivaraatau beras merah dimana spesies padi ini dikenal kaya serat, vitamin dan mineral.

"Hal ini mengarah pada pengembangan lokal dari pertanian padi lokalOryza sativa indicayang merupakan perpaduan pertanian 'lahan basah' dan 'lahan kering' sebelum beras Tiongkok yang benar-benar 'lahan basah',Oryza sativa japonicahadir sekitar tahun 2000 SM," kata salah satu penulis utama Dr Jennifer Bates, dari Departemen Arkeologi dan Antropologi di Universitas Cambridge.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top