Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KTT Masa Depan Berkomitmen Bagi Multilateralisme

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
KTT Masa Depan Berkomitmen Bagi Multilateralisme Doc: AFP/ANGELA WEISS
Ket. KTT Ditutup l Suasana di ruang utama Sidang Umum PBB saat pembukaan KTT Masa Depan di markas besar PBB di New York, AS, pada Minggu (22/9). Pada Senin (23/9) malam, KTT ini ditutup dengan memunculkan seruan bagi komitmen multilateralisme.

NEW YORK - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Masa Depan atau Summit of the Future yang berlangsung selama dua hari, pada Senin (23/9) malam waktu setempat, ditutup di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan KTT Masa Depan ini muncul seruan bagi multilateralisme dalam tata kelola urusan global di masa depan. KTT ini diadakan sebagai bagian penting dari Sidang Umum PBB (UN General Assembly/UNGA) ke-79 yang sedang berlangsung.

Hasil dari KTT ini dirangkum dalamPact for the Future(Pakta untuk Masa Depan) dan lampirannya, yakniGlobal Digital Compact(Pakta Digital Global) danDeclaration on Future Generations(Deklarasi Generasi Masa Depan).

"Ini merupakan komitmen untuk sebuah awal yang baru dalam multilateralisme," demikian bunyi siaran pers PBB.

"Inti dari KTT Masa Depan ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi untuk menata ulang sistem multilateral dan mengarahkan umat manusia ke arah yang baru untuk memenuhi komitmen yang ada dan menyelesaikan tantangan-tantangan jangka panjang," kata PBB.

Presiden UNGA, Philemon Yang, saat segmen pembukaan KTT Masa Depan pada Minggu (22/9) lalu mengatakan bahwa kita berdiri di persimpangan transformasi global, menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menuntut tindakan kolektif dan mendesak.

"Mulai dari konflik dan perubahan iklim hingga kesenjangan digital, dari ketidaksetaraan hingga ancaman terhadap hak asasi manusia, bersama-sama, kita semua menghadapi tantangan besar. Namun, di samping tantangan-tantangan ini, masih ada harapan," kata Yang.

Isu Kesenjangan

Berbicara atas nama kelompok negara kurang berkembang (least developed countries/LDC), Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, mengatakan bahwa jutaan anak-anak di LDC kelaparan setiap hari, menegaskan terjadinya kesenjangan yang mencolok di seluruh dunia.

"Tidak ada yang lebih tidak adil dan tidak etis daripada mengabaikan fakta bahwa jutaan orang di LDC hidup dalam kemiskinan ekstrem, sementara sebagian kecil orang di beberapa penjuru dunia menumpuk kekayaan hingga miliaran," kata Oli.

Sedangkan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mendesak mereka yang hadir untuk mengambil langkah menuju dunia yang lebih damai dan lebih adil, mengatakan bahwa meskipun jalan di depan berbatu-batu, sejarah akan menilai negara-negara anggota atas komitmen mereka terhadap rencana yang ada. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.