Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Kasus Makar

Kivlan "Melunak" dan Puji Polisi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Mantan Kepala Staf komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad) Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. Kivlan diperiksa selama 14 jam dan dicecar 51 pertanyaan soal makar.

"Alhamdulillah pemeriksaan baik. Ada 51 pertanyaan bahas semua yang soal viral itu," kata Kivlan ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5).

Kivlan menjelaskan selama proses pemeriksaan berjalan dengan lancar. Tim penyidik sangat ramah dalam memberikan pertanyaan kepadanya.

"Semua enak, dari pihak Polri penyidik ramah tamah dan kita menjawabnya senang dan tenang. Nggak ada apa-apa, enak gitu lah. Jadi saya terima kasih sama penyidik bahwa kita ditanya dengan gembira, nggak ada apa-apa," jelasnya.

Kendati begitu, Kivlan mengaku menyerahkan semua kasus yang menjerat Eggi Sudjana kepada kepolisian yang menangangi kasus ini. Ia berharap kedepannya kasus ini tidak membuat gaduh masyarakat termasuk soal keputusan pemenang presiden dan wakil presiden.

"Harapannya semua tenang dan rapih. Nanti siapa yang menang kita serahkan saja sebagai mana prosesnya," ungkap Kivlan seolah melunak. Sebelumnya Kivlan selalu berbicara keras soal hasil pemilu presiden dan wakil presiden. Bahkan Kivlan juga menjadi salah satu inisiator aksi menduduki Bawaslu beberapa waktu lalu. Kivlan sebagai salah satu pendukung kubu calon presiden dan wakil presiden kubu 02 sempat menyerukan aksi meminta pasangan kubu 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin didiskualifikasi.

Kivlan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait video viral Eggi Sudjana menyerukan people power. Pemeriksaan dimulai pada Kamis (16/5) sekitar pukul 11.00 WIB hingga Jumat pukul 01.30 WIB dini hari.

Sebelumnya, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka setelah melontarkan pernyataan tentang people power yang dianggap makar. Kemudian, dia dilaporkan oleh seseorang bernama Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar.

Pernyataan Eggi itu juga dilaporkan oleh Relawan Jokowi Supriyanto, ke Bareskrim Polri pada Jumat, 19 April 2019. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Untuk saat ini, Eggi dan penasihat hukumnya telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. jon/P-6

Penulis : Yohanes Abimanyu

Komentar

Komentar
()

Top