Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua MPR Ingatkan Bonus Demografi Jadi Beban Jika Hukum Tidak Ditata

📅 Selasa, 05 Des 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Ketua MPR Ingatkan Bonus Demografi Jadi Beban Jika Hukum Tidak Ditata Doc: istimewa
Ket. Ketua MPR, Bambang Soesatyo pada acara Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan atau Taplai Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Aula Lemhannas, Jakarta, Senin (4/12).

JAKARTA - Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan bonus demografi dapat menjadi beban kalau negara tidak diperbaiki penataan hukumnya, sehingga ke depannya harus dibina. Dari sisi ekonomi dan demokrasi harus dibenahi, begitu pun monopoli harus dihilangkan.

Demikian dikatakan Bamsoet di hadapan peserta Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan atau Taplai Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Aula Lemhannas, Jakarta, Senin (4/12).

"Jadi, siapa pun capres-cawapres yang terpilih nantinya marilah kita berikan masukan yang membangun untuk kepentingan bersama," kata Bamsoet menjawab pertanyaan peserta dari Unpad Bandung, Dadang saat tanya jawabdi acara Taplai Lemhannas yang diisiasi bersama. Smandel Business Network (SBN),Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), dan Indonesia Financial Group (IFG) pada Tahun 2023.

Menurut siaran persnya, Bamsoet menegaskan ekonomi dan ketahanan nasional sangat berhubungan, karena perekonomian juga memerlukan karakter yang baik, di mana karakter tersebut ditujukan untuk ketahanan nasional.

Masih menjawab pertanyaan lain dari Unpad yakni peserta bernama Rahmat, bagaimana investasi bisa dimaksimalkan untuk bangsa dan negara dan berdampak ke masyarakat, Bamsoet menjelaskan, sebenarnya Indonesia sangat menggiurkan investor dari luar negeri karena punya potensi pasar sangat tinggi. Dulu sebelum dikenal, Indonesia sudah diambil rempah dan tambangnya oleh luar negeri. Oleh sebab itu rakyat Indonesia harus kompak supaya tidak diambil kekayaan negara.

"Indonesia sangat mudah diadu domba sehingga kita harus memiliki ketahanan. Kita harus belajar banyak dari Tiongkok, Korea, untuk dapat mengambil banyak untung dari investasi. Jadi seluruh investasi harus sebanyak-banyaknya bermanfaat untuk knowledge, meskipun negosiasi dengan investor tidak selalu sama. Kalau kita pinjam duit jangan hanya terima jadi tapi kita harus mengambil langkah untuk mengetahui strateginya maka ekspor harus dibatasi supaya pendapatan negara juga naik," papar Bamsoet.

Sementara menjawab pertanyaan Alif, peserta ACMI tentang bagimana menaikkan kelas UMKM untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa, Bamsoet menjelaskan biasanya ketika belum punya modal kita hanya bisa sebagai pedagang, lalu menjadi home industri, sehingga bisa membuat pabrik sendiri. Tahun depan melalui digitalisasi bisa memudahkan untuk mengembangkan bisnis karena adanya kripto (tidak seperti bank yang nilai kursnya berubah).

Empat Konsensus Kebangsaan

Sementara itu ketika memberikan smabutan pembukaan Taplai, Plt Gubernur Lemhannas, Laksdya TNI Maman Firmansyah mengungkapkan rasa salutnya kepada peserta yang datang dari kalangan perguruan tinggi dan praktisi bisnis, karena mereka punya kepedulian sangat tinggi pada keutuhan negara.

"Yang sangat penting kita ingatkan di sini, bahwa empat konsensus kebangsaan harus kita jaga dan pelihara sampai kapan pun yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah yang dipikirkan disepakati para founding father kita sehingga Indonesia masih tetap utuh hingga kini," ungkap Laksdya TNI Maman Firmansyah.

Menyinggung era digital yang salah satunya masyarakat sudah sangat bergantung pada gadget dan media sosial,Laksdya TNI Maman mengatakan cobaan dan gangguan atas keutuhan wilayah NKRI cukup besar, tetapi karena ada 4 konsensus kebangsaan itu, dapat mengantisipasinya dengan baik.

"Jadi tugas kita bersama mempertahankannya, apalagi negara kita terdiri atas daratan, lautan, dan kepulauan," katanya.

Mewakili Smandel Business Network (SBN) atau para alumni SMAN 8 Jakarta yang bergabung dalam komunitas bisnis, Adhy Santoso mengatakan, kegiatan Taplai sangat banyak manfaatnya, bukan hanya untuk mempererat silaturahmi antar peserta dari berbagai kalangan tetapi mereka dapat menjalin hubungan atau networking untuk berbagai kepentingan yang sinergis.

"Secara pribadi, karena saya sudah ikut Taplai, sangat merasakan betapa negeri kita, Indonesia sangat luas, makmur, dan hebat. Jadi sekarang saya lebih mencintai negeri ini. Saya pun mulai memperhatikan nilai-nilai pelajaran anak saya yang terkiat dengan ini, misalnya pelajaran PPKN," kata Adhy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.