Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Keras, RI Berkomitmen Kurangi Angka Gizi Buruk Jadi Kurang dari 7 Persen

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras, RI Berkomitmen Kurangi Angka Gizi Buruk Jadi Kurang dari 7 Persen Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Dida Gardera menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengurangi prevalensi gizi buruk pada anak dalam Global Food Security Summit 2023 di London, Inggris, pada Senin (20/11/2023).

Jakarta - Kerja keras, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Dida Gardera menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengurangi prevalensi gizi buruk pada anak dari 10,2 persen pada 2018 menjadi kurang dari 7 persen pada 2024.

Hal itu ia sampaikan dalam forum Global Food Security Summit 2023 di London, Inggris, Senin (20/11).

"Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam memerangi malnutrisi selama dua puluh tahun terakhir. Angka stunting pada balita turun dari lebih dari 40 persen pada 2000 menjadi di bawah 30 persen pada 2022," kata Dida di Jakarta, Jumat.

Dida juga menekankan kembali pentingnya kerja sama antar bangsa dan berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menghilangkan kelaparan dan mengakhiri malnutrisi, khususnyachild wasting.

Sebagai informasi,child wastingadalah kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu hingga total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan.

Menurut Dida, dunia perlu mendorong perubahan jangka panjang terhadap kelaparan dan malnutrisi. Dukungan seluruh pihak diperlukan guna meningkatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan meningkatkan pendanaan untuk mengatasi malnutrisi anak yang sudah cukup memprihatinkan.

Masyarakat internasional didesak segera mengatasi penyebab utama kerawanan pangan, membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan segera bertindak untuk mencegah krisis pangan dan kekurangan gizi.

"Perubahan iklim, konflik, dampak jangka panjang COVID-19, dan dampak invasi Rusia ke Ukraina terhadap pasokan pangan global merupakan pendorong utama kerawanan pangan. Banyak anak dalam keadaan lapar dan kurang gizi," ujar Dida.

Adapun Global Food Security Summit menyerukan persatuan untuk mengubah dan mencari solusi dan mengatasi kelaparan dan malnutrisi. Ilmu pengetahuan mutakhir dan kemitraan inovatif akan membantu negara-negara menciptakan dunia yang lebih sehat, aman, dan sejahtera bagi manusia terutama anak-anak dan perempuan.

Global Food Security Summit 2023 secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak dan ditutup oleh Menteri Luar Negeri David Cameron.

Di sela-sela summit, dalam berbagai kesempatan Indonesia juga dipuji terkait kebijakan penanganan pandemi COVID-19 yang tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.