Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Collaboreight SMAN 8 Angkat Cerita dari Maluku

📅 Rabu, 21 Jun 2023, 16:09 WIB | Oleh:
Keren, Collaboreight SMAN 8 Angkat Cerita dari Maluku Doc: Istimewa
Ket. Collaboreight SMAN 8 digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), pada Selasa (20/6) malam mengambil kisah Kalesang Larat.

JAKARTA - Setelah sempat melakukan pagelaran secara online karena pandemi Covid-19 selama tiga tahun, collaboreight dari SMAN 8 Jakarta kembali digelar secara offline di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), pada Selasa (20/6) malam. Kali ini mengambil kisah Kalesang Larat, yang merupakan cerita dari daerah Maluku.

Pembina Kesenian SMAN 8, Reza Fajrin Wijayakusuma menjelaskan collaboreight adalah program kerja dari ekstrakurikuler kesenian SMAN 8 Jakarta, yang menggabungkan dari seluruh divisi unsur kesenian yang ada. Seperti kesenian modern dan tradisional dengan konsep utamanya adalah drama musikal. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan, dan ini merupakan kegiatan yang ke 19.

"Seperti yang diketahui jika collaboreight selalu mengangkat tema kebudayaan atau cerita nusantara yang diangkat dari kisah adat daerah di Indonesia. Untuk tahun ini yang diangkat adalah cerita dari Maluku yang berjudul Kalesang Larat," kata Reza di Jakarta,Selasa (20/6) malam.

Pada collaboreight kali ini, tambahnya, untuk semuanya merupakan peran serta dari siswa dan siswi, mulai dari penulis cerita, pencipta lagu, musisi, pemain, dan panita semua dari siswa. Sedangkan untuk pelatih diambil dari luar, namun hanya untuk mengarahkan atau mengenalkan seni pertunjukan kepada siswa.

Reza menjelaskan sinopsis cerita ini berawal dari sebuah kerajaan yang sejahtera dan kaya raya, lalu di sebuah desanya tinggal seorang putri yang merupakan keturunan raja yang terkena karma karena perbuatan yang salah terhadap orang lain. Dia terkena kutukan, pesan moral dari cerita ini adalah ketika diberikan tanggung jawab yang besar maka harus menjalaninya dengan baik, dan tidak boleh menyepelekan adat istiadat. Karena setiap tempat pasti menjunjung tinggi budaya yang ada.

"Pemerannya total ada 35 siswa dan siswi yang terdiri dari kelas X dan XI, yang membedakan event kali dengan yang sebelumnya adalah pertama kali digelar secara offline setelah tiga tahun lalu dilakukan secara online yaitu mulai tahun 2020, 2021, dan 2022 dikarenakan pademi Covid-19, yang berupa film kolosal," katanya.

Reza mengatakan para siswa latihan dimulai dari bulan Maret 2023 lalu, di mana setiap minggunya sedikitnya satu kali ada sesi latihan di sekolah setiap pulang sekolah. Lalu pada satu bulan terakhir mulai kita intensifkan dengan latihan minimal satu minggu ada tiga kali latihan. Ia juga menjelaskan para penonton ada dari sekolah, yang terdiri dari para siswa dan siswi SMAN 8, wali murid, dan undangan dari OSIS dan kepala sekolah lain dari SMAN 1 dan SMAN 3.

"Untuk penonton sekitar 400 orang dan tiketnya sold out. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sekolah mulai dari perizinan latihan untuk para siswa dan siswi. Lalu ada fasilitas penggunaan fasilitas yang ada di sekolah untuk latihan, selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari orangtua atau wali murid yang membantu mencarikan sponsor agar acara ini berjalan lancar dan sukses," katanya.

Sementara itu, pemeran utama pria yang diperankan oleh Muhammad Raihan Faraby kelas X-J SMAN 8 mengatakan drama musikal ini sangat menantang, sebab dirinya harus membagi dua watak sekaligus yaitu sebagai Jogugu Ballan dan Korie. Di mana Ballan merupakan seorang tangan kanan dan adik Raja Larat yang tegas, dan mudah tersulut emosi sehingga dirinya disegani oleh rakyatnya.

"Walaupun para warga selalu menganggap Ballan yang dingin namun jauh di lubuk hatinya Ballan selalu memikirkan nasib rakyatnya. Sedangkan untuk peran Korie merupakan sosok pemberani yang menyembunyikan jati dirinya dan suka menolong rakyatnya," katanya.

Farabi mengatakan tantangan dalam berperan di drama ini adalah dirinya bisa membagi peran secara cepat, setelah menjadi seorang adik raja yang tegas dirinya harus mengganti sebagai Korie adalah yang merupakan rakyat jelata, dan peran Korie ini dirinya harus bisa menutupi kalau dirinya adalah seorang keluarga kerajaan.

Hal yang senada diungkapkan oleh Keiza Putri Adelia kelas X-D SMAN 8 yang berperan sebagai Kaihatu. Di sini dia berperan sebagai wanita pemberani yang membantu ayahnya yang mempunyai misi membantu warga dengan mencuri anggrek Larat agar dapat membuat ramuan yang akan dibagikan kepada warga secara cuma-cuma. Hal ini dilakukan karena banyak rakyatnya yang miskin dan membutuhkan ramuaan tersebut.

"Hal yang menantang di peran ini adalah saya harus menjadi wanita yang berani memperjuangkan nasib rakyat dan membahayakan nyawa sendiri, apalagi saya harus melakukannya sendiri tanpa bantuan ayah," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.