Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendalikan Inflasi di Sukabumi dengan Perkuat Ketersediaan Pangan

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 21:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendalikan Inflasi di Sukabumi dengan Perkuat Ketersediaan Pangan Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Penjbat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.

Sukabumi - Penjabat Wali Kota Sukabumi, Jawa Barat,Kusmana Hartadji mengatakan salah satu upaya paling efektif mengendalikan inflasi di daerah khususnya di wilayahnya dengan memperkuat ketersediaan dan stabilisasi harga pangan.

"Ketersediaan dan harga pangan merupakan salah satu indikator yang paling mempengaruhi inflasi, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat rapat koordinasi nasional (rakornas) pengendalian inflasi beberapa hari lalu, ketersediaan dan stabilisasi harga pangan menjadi pembahasan utama dalam kegiatan yang dilakukan secara daring itu," katanya di Sukabumi, Jumat.

Menurut Kusmana, dari hasil pantauan terhadap ketersediaan dan harga pangan yang dijual di pasar-pasar tradisional hingga saat ini masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan dan harganya pun stabil serta pasokan lancar, namun dirinya tidak secara rinci berapa persediaan beras saat ini.

Harus diakui, Kota Sukabumi bukan merupakan daerah penghasil pangan khususnya beras karena keterbatasan lahan, namun untuk produktivitas gabah kering giling (GKG) setiap hektare cukup tinggi yakni rata-rata mencapai 7-8 ton. Di mana lahan pertanian produktif saat ini 1.295 hektare.

Selain itu, untuk produksi beras rata-rata setiap tahunnya mencapai 12 ribu atau hanya bisa memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan masyarakat yang mencapai 37 ribu ton/tahun.

Akan tetapi, Kota Sukabumi tidak pernah mengalami kekurangan apalagi sampai terjadi kelangkaan beras, karena diimbangi oleh pasokan dari berbagai daerah penghasil pangan utama ini seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan beberapa daerah lainnya.

Namun demikian, sesuai instruksi Presiden Jokowi, setiap daerah harus mewaspadai terjadinya dampak perubahan iklim apalagi diprediksi ancaman kekeringan terjadi Juli yang dipengaruhi oleh kemarau dan El Nino yang berdampak terhadap stabilitas produksi pangan sehingga memicu naiknya angka inflasi.

"Sejak dini kami sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman kekeringan, seperti melakukan rakor dengan instansi terkait, perbaikan sarana pertanian baik saluran irigasi maupun pompanisasi dan berkoordinasi dengan daerah penghasil pangan," tambahnya.

Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi Kota Sukabumi pada Mei 2024 yakni 2,52 persen atau masih berada di bawah angka inflasi nasional sebesar 2,84 persen. Akan tetapi, setiap pergerakan angka harus menjadi perhatian jangan sampai meningkat apalagi melambung karena dampaknya besar bagi masyarakat.

Namun demikian, untuk mengendalikan angka inflasi, Pemkot Sukabumi tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus didukung dan dibantu oleh seluruh pihak termasuk masyarakat, salah satunya tidak melakukan aksi borong yang bisa memicu berkurangnya persediaan pangan dan imbasnya harga menjadi naik.

Kusmana mengimbau kepada warga untuk tidak panik, karena pemerintah baik pusat, provinsi maupun kota terus berupaya untuk menekan angka inflasi dan menjamin ketersediaan pangan serta menjaga kestabilan harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.