Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Kualitas Perguruan Tinggi

Kemristekdikti Undang Profesor Kelas Dunia

Foto : ISTIMEWA

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kem­ristekdikti), Ali Ghufron Mukti.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ali Ghufron Mukti, menegaskan pemerintah Indonesia tidak mengundang dosen asing untuk mengajar di kampus-kampus di Tanah Air, tetapi mengundang profesor kelas dunia.

"Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel," tegas Ghufron, di Jakarta, Selasa (24/4).

Ghufron membantah pernyataan banyak pihak yang menyebutkan bahwa dosen asing yang didatangkan tersebut, murni berkewarganegaraan asing. Profesor kelas dunia tersebut didatangkan ke Tanah Air dalam rangkaian program World Class Professor (WCP).

Jika pada tahun sebelumnya para profesor tersebut hanya berada di Tanah Air maksimal satu bulan, mulai tahun ini diperpanjang hingga dua tahun, bergantung permintaan perguruan tinggi yang mengajukan.

"Perguruan tinggi yang mengajukan minimal akreditasinya B. Saat ini sudah ada 70 perguruan tinggi yang mengajukan keinginan untuk mengundang profesor," katanya.

Para profesor tersebut akan membantu perguruan tinggi dalam meningkatkan penelitiannya dan juga menulis jurnal internasional. Selain itu juga, kata Ghufron, para profesor itu diminta untuk mentransfer pengetahuan kepada dosen-dosen di Tanah Air.

Untuk gaji, kata Ghufron, tergantung pada pengajuan kampus. Pihaknya membatasi maksimal gaji para profesor tersebut sebanyak 4.000 dollar Amerika Serikat atau setara 52 juta juta rupiah.

Keberadaan profesor kelas dunia tersebut harus bisa menghasilkan jurnal bereputasi internasional serta dana internasional untuk penelitian.

Pada tahun ini, Kemristekdikti berencana mendatangkan sebanyak 200 profesor kelas dunia ke Tanah Air.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, berpendapat rencana mendatangkan dosen (profesor) asing untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan profesor asing akan bisa memicu dosen dalam negeri meningkatkan kualitas mereka. "Ke depannya, diharapkan dosen asing bisa berkolaborasi dengan PTN dan PTS guna membangkitkan iklim pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam hal penelitian," kata mantan Panglima TNI ini.cit/fdl/E-3

Penulis : Muhamad Umar Fadloli

Komentar

Komentar
()

Top