Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Komoditas Pertanian

Kementan Targetkan Ekspor Rp499,30 Triliun

Foto : istimewa

Syukur Iwantoro

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan nilai ekspor pertanian pada tahun 2018 bakal meningkat hingga 24 persen atau setara 499,30 triliun rupiah. Perkiraan itu dengan melihat tren peningkatan ekspor pertanian dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pun menyebutkan jika sektor pertanian turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan III 2018.

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro menyampaikan, peningkatan ekspor di bidang pertanian juga salah satunya disebabkan oleh banyaknya pengusaha di Tanah Air yang mulai melakukan ekspor, terutama di sektor hortikultura.

Saat ini banyak sekali para pengusaha yang dulunya bukan eksportir berlomba-lomba sekarang menjadi eksportir pertanian, terutama di sektor hortikultura meningkat.

"Hingga September 2018, nilai ekspor pertanian sudah mencapai 330 triliun rupiah, diperkirakan hingga akhir tahun nilainya mencapai 499,30 triliun rupiah,"ungkap Syukur di Jakarta, Selasa (6/11).

Diketahui, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 mencapai 5,17 persen, di mana sektor pertanian turut berkontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 3,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang tumbuh 3,18 persen.

Subsektor hortikultura mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 7,85 persen (yoy). Dibandingkan triwulan sebelumnya, hortikultura tumbuh 0,86 persen.

"Meningkatnya permintaan luar negeri berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura," ungkap Kepala BPS Suhariyanto
Selain holtikultura, subsektor peternakan juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan positif sektor pertanian. Dibandingkan tahun sebelumnya, peternakan tumbuh sebesar 5,12 persen. Kontribusi peternakan ditenggarai karena meningkatnya permintaan hewan kurban pada hari raya Idul Adha.

"Seperti kita ketahui pada triwulan III terdapat momen Idul Adha," kata Suhariyanto.

Pertanian juga turut berperan dalam pertumbuhan positif sektor industri pengolahan untuk makanan dan minuman. Industri pengolahan tumbuh sebesar 4,33 persen, sementara subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10 persen (year on year) dan 3,45 persen (quarter to quarter). Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan produksi minyak sawit metah atau crude palm oil (CPO).
Pacu Ekspor

Kementan melalui Ditjen Hortikultura menargetkan ekspor tahun 2018 untuk komoditas-komoditas hortikultura mencapai 2,23 miliar rupiah. Produk hortikultura yang diminati pasar luar negeri antara lain tanaman hias, manggis, salak, dan bawang merah.ers/E-9


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top