Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Intensifikasi Pertanian - Musim Tanam 2021, 1,9 Juta Ton Pupuk Subsidi Disiapkan

Kementan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Cukup

Foto : ANTARA/M IBNU CHAZAR

SIAPKAN STOK - Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi (kanan) dan Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto di Gudang lini II PT Pupuk Kujang Cikampek saat kunjungan kerja di Karawang, Jawa Barat, Kamis (25/3). Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk subsidi sekitar1,9 juta ton untuk menghadapi musim tanam.

A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah perlu mewaspadai risiko kelangkaan pupuk bersubsidi tahun ini mengingat terdapat gap lebar antara kebutuhan dan pasokan.

JAKARTA - Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pupuk subsidi tersedia dan akan disalurkan sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Jaminan itu dalam rangka menyambut musim tanam II pada April-Mei 2021.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, menyatakan stok pupuk subsidi sangat cukup. Harvick berharap agar ke depan stok pupuk subsidi pada musim tanam dari Pupuk Indonesia, yakni sebesar 1,9 juta ton, dapat terus ditingkatkan.

Meski demikian, Harvick juga berpesan agar jangan sampai overstock karena juga akan menimbulkan masalah. "Saya mengecek stok pupuk kita, Alhamdulillah, saya lihat sendiri stok pupuk cukup," jelas Harvick melalui keterangannya saat berkunjung ke PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (25/3).

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto, menyatakan guna menghadapi musim tanam ini, Pupuk Indonesia Grup menyiapkan stok pupuk subsidi sekitar 1,9 juta ton. Jumlah ini lebih banyak tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum pemerintah. Rinciannya, pupuk Urea 1,1 juta ton, NPK Phonska 367 ribu ton, SP-36 156 ribu ton, ZA 185 ribu ton, dan Petroganik 135 ribu ton.

"Dari jumlah tersebut, stok pupuk subsidi untuk Jawa Barat mencapai sekitar 153 ribu ton. Rinciannya, pupuk Urea 92,4 ribu ton, NPK Phonska 29,4 ribu ton, SP-36 15,1 ribu ton, ZA 8,6 ribu ton, dan Petroganik 7,8 ribu ton," jelas Nugroho.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top